Jumat, 09 Februari 2018

Stop Membicarakan Aib dan Kejelekan Orang Lain

38 comments



Stop membicarakan aib dan kejelekan orang lain. Pak ustad bertanya kepada jama'ah yang hadir pada saat beliau sedang menyampaikan ceramah, "ada yang tahu siapa nama wanita yang menggoda Nabi Yusup?"

Sebagian besar jemaah yang hadir menjawab, "Zulaekha .....!!!"

"Dari mana tahunya dengan nama itu, bahwa wanita itu bernama Zulaekha? Sedangkan di dalam Al-Qur'an Allah tidak menyebutnya?" Tanya pak ustad lagi.

"Ya, dari hadist pak ustad!"

"Lalu, mengapa Allah tidak menyebut nama Zulekha dalam Al-Qur'an?"

Mendengar pak ustad berkata demikian jema'ah yang hadir dalam majelis tersebut pun terdiam. Pak ustad tersenyum ramah dan melanjutkan ceramahnya.

"Jemaah sekalian, itu karena wanita itu masih memiliki rasa malu, ..."

Jemaah tampak mengangguk-anggukan kepalanya mungkin bertanda membenarkan.

"Buktinya pak ustad?" Tanya seorang jemaah wanita dengan malu-malu.

"Buktinya wanita itu masih punya rasa malu adalah wanita itu menutup tirai sebelum ia menggoda Nabi Yusuf ...."

"Wanita itu malu dan ia tidak ingin ada orang lain yang mengetahui kelakuannya dan Allah menutupi aib bagi orang-orang yang masih punya rasa malu di dalam hatinya, yaitu dengan tidak menyebutkan namanya didalam Al-Qur'an." Lanjut pak ustad kemudian.

Subhanallah alangkah Maha Baiknya Allah, Allah selalu menutupi aib dan mengampuni dosa hamba-Nya hanya karena hamba-Nya masih mempunyai rasa malu. Dengan kasih sayang-Nya yang Maha luas Allah tutupi cela dan keburukan kita.

Kalaulah ada orang yang tampak baik dihadapan orang lain, itu adalah Kuasa Allah menutupi aibnya.

Jadi, stop membicarakan aib dan kejelekan orang lain, bisa saja yang dibicarakan lebih baik dari yang membicarakan. Tidak ada untungnya bagi yang membicarakan aib atau keburukan orang. Kalau yang membicarakan orang lain merasa lebih baik itu bukan karena ia benar-benar baik, tapi itu adalah karena Allah masih menutupi aib maupun keburukannya.

Kalau ada seseorang terlihat kuat di mata orang lain, itu bukanlah orang yang tidak punya kelemahan, tapi adalah kekuasaan Allah menutupi kelemahan dari orang yang tampak kuat dimata orang lain.

Jangan merasa bangga saat dihormati ditengah-tengah khalayak, merasa terhormat, ingatlah ada Allah yang menutupi semua aib dan keburukan. Kalau saja dibukakan oleh-Nya segala keburukan dan aib kita, astaghfirullahal azhiim, betapa hinanya kita tak ada tempat lagi yang bisa menerima kehadiran kita.

Manisnya menceritakan keburukan orang lain segera hentikan jangan sampai keburukan kita terbuka oleh orang lain, kalau kita saja tidak ingin kejelakan kita terbuka, mengapa kita membuka dan membicarakan kejelakan orang lain. Takutlah kepada Allah karena Allah telah menutup aib kita jagalah aib dan keburukan orang lain jangan sampai terbuka oleh lisan kita.

Baca ini juga yuk, terima kasih

Lebih baik hiasi lisan kita dengan kalimat-kalimat toyibah. Kalimat-kalimat indah yang disukai Allah. Hidup menjadi tak asyik bila diisi dengan gosip lebih baik zikir banyak-banyak mengingat keburukan diri sendiri sebagai alat perbaikan bagi diri sendiri. Bisa jadi yang digosipin lebih mulia dari kita, karena ia memilih meratapi dosa-dosanya. Mengakuinya dihadapan sang Maha Pengampun. Menyesalinya dan memohon ampunan-Nya.

Betapa ruginya pemilik lisan yang begitu gencar mengumbar aib orang lain. Seolah ia tanpa cela merasa diri bersih dari dosa. Membangga-banggakan amalanya yang bisa jadi tidak seberapa dibanding orang yang menjadi objek pembicaraannya.

Yuk kita sibuk mengoreksi diri kita masing-masing. Karena amalan kitalah yang kelak akan kita pertanggung jawabkan dihadapan-Nya. Sekecil apapun kebaikan yang kita tanam dengan ikhlas dan memohon keridhaan dari-Nya tetaplah kebaikan dan akan tercatat sebagai tabungan kebaikan bagi pelakunya. Sekecil apapun keburukan pun tetaplah keburukan dan akan mendapat balasan dari-Nya.

Mulai sekarang tentukanlah tabungan apa yang akan kita simpan, tabungan kebaikan ikhlas karena mengharapkan keridhaan Allah semata atau tabungan keburukan yang kelak akan mendapat balasan yang setimpal.



Note maya : Stop membicarakan aib dan kejelekan orang lain

If You Enjoyed This, Take 5 Seconds To Share It

38 komentar:

  1. Membicarakan aib seseorang suatu saat kita akan dibicarakan orang juga, nauzubillah, semoga Allah mengampuni atas hambanya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah ini yang menakutkan dan lebih mengerikan lagi kalau disingkapkan oleh yang maha kuasa karena Ia murka, astaghfirullah'azhiim

      Hapus
    2. menurut saya membiasakan banyak diam sambil tafakkur, dan banyak menyendiri. insya Allah ampuh untuk benci pada hal maksiat hati.

      Hapus
    3. Betul ini adalah penyakit hati dan obatnya adalah banyak-banyak zikir dan biasakan diam, lebih banyak mendengar dari bicara

      Hapus
  2. kata-kata fitrah hati yang selalu disenandungkan namun jarang yang berhasil melakukan. kecuali kita meniadakan diri untuk memahami penciptanya, maka kamu akan merasakan betapa rendahnya diri dihadapan Tuhan. dari situ kamu akan memandang manusia lain akan lebih baik dari dirimu sendiri.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga kita termasuk orang yang beruntung dimudahkan dalam usaha terus untuk memperbaiki diri

      aamiin

      Hapus
  3. N'audzubillah semoga kita di jauhkan dari sifat yang tidak lazim seperti suka membuka aib orang lain ya mba :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya, semoga diberi kemudahan untuk lebih baik

      Hapus
  4. Adem bener membaca postingan kali ini, Allah saja mau menutup aib kita ya, masa kita mau membeberkan aib orang lain? Nggak banget deh, ihh..

    Terimakasih mbak maya postingan kali ini sangat pas di hati....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga bermanfaat
      sama-sama, ini lebih kepada mengingatkan diri sendiri

      Hapus
  5. Betul sekali tulisan diatas ...😄😄

    Yaa!! terkadang manusia suka begitu yaa!! Mbak mhay...Kaya digosipin , Miskin diomongin...😀😀

    Intinya dalam bergaul dilingkungan kudu sabar dan tidak asal medikte orang.

    Akan lebih bagus urus diri kita sendiri yang masih banyak kurangnya...😄😄

    Thanks atas pencerahannya biar nggak jadi penyakit hati..😄😄

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya, semoga kita semua dijauhkan dari penyakit hati-penyakit hati termasuk yang suka bergosip
      sama-sama

      Hapus
  6. Membicarakan aib orang sudah seperti mendarah daging, netizen sudah pada kebablasan kabeh.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Renyah kayak kacang goreng ya hehe

      Hapus
  7. siraman rohani pagi, peluang ini biasanya muncul kalau ngumpul bareng

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ngumpulnya boleh di blog aja ya mas hehe
      lebih pada mengingatkan diri sendiri nih susah menghindari ngumpul-ngumpulnya

      Hapus
  8. Dan Allah menutupi aib bagi orang-orang yang masih punya rasa malu di dalam hatinya. Alhamdulillah, Seger banget mendengarnya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Malu adalah akhlak Islam begitu yang pernah aku baca dan malu sebagian dari iman
      barrakallah
      semoga manfaat

      Hapus
  9. Jika Berkata baik itu emas maka diam tidak menjelek jelekkan orang lain adalah perak.Jadi ucapkanlah hal hal kebaikan atau kalau tidak diam

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul, lebih baik menyesal tak bicara daripada menyesal karena bicara

      Hapus
  10. membicarakan aib orang
    adalah hal yang buanyak terjadi sekarang ini...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga Allah jaga lisan dan hati kita

      terima kasih

      Hapus
  11. Karena Tuhan masih menutupi aib yang ada pada diri kita, makanya tidak boleh sombong dan sok bersih ya?

    BalasHapus
  12. Seketika merasa berdosa baca artikel mba Maya kali ini. Stop membicarakan aib dan kejelekan orang lain. Susah banget kayaknya tapi bukan berarti tidak bisa ya, mba.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo saya cara nya mudah mbak, cukup tidak terlalu perduli sama urusan org lain, dengan begtu kita pasti tidak banyak tau juga ttg aib2 nya, otomatis kita pasti terhindar dr yg nama nya bicarain aib org tsb.

      Hapus
  13. Betul mbak maya, saya setuju sekali..
    Supaya lebih banyak yg membaca artikel ini saya ijin share ya mbak :D

    BalasHapus
  14. sepakat sekali
    sayang banyak muslim Indoensia yang suka bergunjing
    malah ada akun medsos khusu pergunjingan
    astaghfirullah

    BalasHapus
  15. ghibah adalah seperti makan daging saudara sendiri nanti di hari kemudian orang yang suka mengghibah adalah orang yang bangkrut pahalanya habis diberikan kepada orang yang ia ghibah kalau sudah habis pahalanya maka dosa orang yang ia ghibah akan diberikan kepadanya

    BalasHapus
  16. setujuuu...
    jujur saya anti dengan orang2 seperti ini. mending g punya temen daripada temenan sama orang yg suka ghibah. rugi,
    hidup terlalu singkat untuk ngurusin aib orang. mending diisi dg kegiatan2 yg positif.

    BalasHapus
  17. Kalau saya lebih sering diam kalau ada orang gitu, cukuplah mendoakannya agar Allah selalu melindungi. Semoga kita lebih bisa memanfaatkan waktu 24 jam dalam setiap harinya untuk kebaikan ya, Teh..

    BalasHapus
  18. sepakat untuk stop membicarakan kejelekan orang lain, karena sama halnya dengan memakan bangkai sodara sendiri...emang masih pada doyan bangkai ya?

    BalasHapus
  19. KAdang - kadang tanpa disadari kita sering membicarakan aib orang lain, padahal aib sendiri banyak,
    tapi ada juga sih orang yang seolah - olah bangga menceritakan aibnya kepada orang lain... :D

    BalasHapus
  20. Sangat setuju mba. Wajib di baca oleh orang2 yg suka nyinyir

    BalasHapus
  21. membcarakan aib orang lain padahal diri sendiri jauh lebih bnyak
    hanya saja Allah masih menutupinya.
    mending bicarakan kebaikan nya saja

    BalasHapus
  22. semoga kita semua mampu menjaga lidah dan hati dari perbuatan itu ya mbak

    BalasHapus
  23. Setuju bngat, karena kita blm tentu lbh baik dr yg di bicarakan

    BalasHapus
  24. Ya betul ini satu ilmu yang harus kita ingat selamanya terutama pada saat lagi ngobrol canda kadang tak terasa/sadar obrolan menjurus kepada Gibah. Terimakasi Mbak Mayatiasapisan.

    BalasHapus

Terima kasih untuk kehadirannya di blog Maya salam hangat dan persahabatan selalu