Minggu, 01 Maret 2026

Tumis Tauge Tuna Baby Buncis

Leave a Comment
Saya sering membaca beberapa artikel tentang bahan makanan yang sehat. 
Bahan makanan yang sehat adalah yang mengandung karbohidrat, protein, vitamin dan mineral juga serat. 
Jadi jelas bukan yang mahal harganya.

Tauge adalah bahan makanan yang memenuhi syarat untuk digolongkan ke dalam jenis bahan makanan yang sehat. 

Tauge bisa berasal dari kacang hijau yang sudah mengecambah, biasanya dengan perendaman dalam air bersih dengan jangka waktu tertentu.

Rasa tauge yang manis dan renyah sangat nikmat bila diolah dengan cara menumis sebagai teman sarapan pagi atau teman makan malam.



Tumis Tauge Tuna Baby Buncis

Meski pembuatan tauge terlihat higenis, tapi kita tetap harus berhati-hati bukan tidak mungkin tauge yang tampak putih bersih ini bisa menjadi tempat sarang bakteri. 

Tetap cuci bersih dulu sebelum di olah dan di konsumsi.

Saya juga pernah melihat orang yang mencampurkan tauge begitu saja pada soto atau bakso dalam keadaan mentah.

 Memang renyah pada tauge sangat menggoda, tapi sebaiknya kita mencuci dan memblanzir atau mencelornya dulu ke dalam air mendidih untuk berjaga-jaga.

 Toh! Makanan yang sehat juga harus di tunjang dengan kebersihannya.

Nah hari ini saya akan berbagi resep sederhana, Tumis Tauge Tuna Baby Buncis ini memang resep sederhana, tapi rasanya nikmat dan tentunya bernilai gizi tinggi. 

Cara pengolahannya pun sangat simpel dan sangat mudah.

 Tertarik untuk mengetahuinya? Baiklah kita mulai resepnya.

Resep Tumis Tauge Tuna Baby Buncis

Bahan-bahan :

1 Cangkir tauge yang sudah dibersihkan

100 grm baby buncis, buang bagian ujung-ujungnya, cuci bersih lalu potong atau iris menyerong

50 gram daging ikan tuna, goreng sebentar lalu suwir-suwir pisahkan dari duri atau tulangnya

Bumbu :

1 buah tomat cuci bersih, belah menjadi delapan bagian
2 buah cabe merah iris tipis serong
3 siung bawang putih iris
3 siung bawang merah iris
garam

setengah gelas air
minyak untuk menumis

Cara memasaknya :

Panaskan wajan atau kuali, beri satu sendok makan minyak goreng. Setelah minyak panas masukkan buncis sebentar, kira 2-3 menit lalu angkat dan sisihkan.


Tumis bawang merah hingga layu, masukkan bawang putih hingga harum, masukkan cabe iris dan tuna suwir. Tambahkan air tunggu hingga mendidih.

Masukkan tauge dan buncis, jangan lupa garam aduk rata lalu angkat. Segera pindahkan pada piring saji.


Nah masakan Tumis Tauge Tuna Baby Buncis sudah siap. 

Cukup simpelkan?

Ayo dicoba percaya deh selera makanmu pasti akan tertantang. 
Cocok juga untuk sahur dan berbuka puasa nanti loh. 

Masih sempat ke pasar nih. Dah ya. Tuan rumah mau ke pasar dulu nih, jangan lupa tuliskan komentarmu kita berbagi cerita tentang rasa tak pernah bohongkan? 


Tumis Tauge Tuna Baby Buncis kaya serat dan nutrisi lainya. Perpaduan protein hewani dan nabati juga berbagai vitamin dan mineral pastinya
Read More

Sabtu, 28 Februari 2026

Tips Mencegah Munculnya Luka Diabetes

Leave a Comment



Diabetes membuat tubuh membutuhkan waktu yang lebih lama untuk penyembuhan luka. 

Hal ini disebabkan oleh penumpukan glukosa dalam darah yang menghambat sel penyembuh untuk sampai di titik luka. 

Karena itu, perlu cara khusus untuk merawat luka diabetes.
Namun, fokus utama bukan hanya pada merawat lukanya saja. Anda yang mengidap diabetes juga perlu menjaga diri untuk membatasi kadar gula dalam darah. 

Cek perawatan yang perlu dilakukan oleh Anda yang mengidap diabetes.

Cara Merawat Luka Diabetes

Penyembuhan yang lambat membuat Anda perlu ekstra hati-hati. Luka diabetes harus diperhatikan supaya tidak terjadi infeksi. Berikut sejumlah cara untuk merawat luka diabetes:

1. Bersihkan luka setiap hari


Gunakan air dan sabun untuk membersihkan luka. Hindari merendam pada kolam karena bisa meningkatkan kemungkinan infeksi. Konsultasikan juga dengan dokter sabun pembersih yang cocok untuk kulit Anda.


2. Tutup luka dengan perban


Konsultasikan cara menutup luka kepada dokter. Bentuk dan posisi luka akan membedakan cara menutupnya. Menutup luka akan menurunkan risiko infeksi. Pastikan tangan dan perban yang digunakan dalam keadaan bersih.


3. Kurangi tekanan pada luka


Hal yang perlu dilakukan juga adalah menghindari tekanan di daerah luka. Tekanan atau benturan hanya akan membuat luka kembali terbuka dan terjadi pendarahan. Gunakan alat bantu pada bagian luka jika memang dibutuhkan.


4. Cek luka untuk cegah infeksi


Cek luka secara rutin jika muncul rasa nyeri, bengkak, kemerahan, berair, bernanah, dan menimbulkan aroma tidak sedap. Kembali bersihkan jika luka memunculkan tanda-tanda infeksi.

 Gunakan antibiotik untuk membantu membersihkan infeksi luka.


5. Kontrol asupan gula darah



Hal terpenting yang perlu dilakukan adalah mengontrol gula darah dengan menjaga pola makan sehat. Selain itu, cobalah rutin berolahraga dengan intensitas rendah ke sedang. 

Mengontrol gula darah pun bisa dengan memberikan suntikan insulin atau obat diabetes lainnya. Namun, perlu konsultasi dengan dokter untuk menggunakan obat-obatan tersebut.


6. Penuhi nutrisi yang baik untuk tubuh


Pola makan tentunya sangat berpengaruh pada kondisi kesehatan penderita diabetes. Anda perlu mencukupi asupan yang dibutuhkan, termasuk sejumlah nutrisi yang bisa mempercepat penyembuhan, seperti vitamin C dan zink.


Tips Mencegah Munculnya Luka Diabetes


Tips Mencegah Munculnya Luka Diabetes

Jauh sebelum merawat luka, penderita diabetes harus menjaga supaya tidak muncul luka. 

Berikut sederet tips yang bisa dilakukan.


1. Hindari bertelanjang kaki


Pastikan selalu mengenakan alas kaki setiap kali keluar rumah, biarpun hanya ke tempat yang dekat sekalipun. 

Alas kaki akan melindungi kaki dari kerikil atau benda tajam yang bisa melukai kaki.


2. Berhenti merokok


Kebiasaan merokok akan merusak pembuluh darah dan memperlambat penyembuhan. Cobalah untuk berhenti merokok jika sudah terdiagnosis diabetes.


3. Hati-hati saat menggunakan benda tajam


Anda juga perlu berhati-hati saat menggunakan benda tajam karena berpotensi bisa melukai tangan. Sebut saja saat memotong kuku, menggunakan gunting, atau memakai pisau.


4. Rutin berkonsultasi dengan dokter


Sebaiknya mengunjungi dokter secara rutin untuk melakukan pengecekan kondisi gula darah. Dokter juga akan memberikan saran untuk konsumsi harian dan obat-obatan yang dibutuhkan. Hal ini akan membantu Anda untuk mengetahui kondisi tubuh.

Diabetes Connection Care Eka Hospital

Diabetes Connection Care adalah pusat layanan yang memiliki tatalaksana penanganan diabetes dan perawatan kaki diabetes yang komprehensif.

 Pusat diabetes terpadu ini dipimpin oleh Prof. Dr. dr. Sidartawan Soegondo, Sp.PD-KEMD, FINASIM, FACE, seorang guru besar dan ahli endokrin metabolik diabetes.

Prof. Sidartawan mempunyai tim dokter terbaik dengan memadukan keahlian dokter spesialis konsultan diabetes endokrinologi dengan dokter konsultan bedah vaskular yang bertujuan mengendalikan gula darah, mengontrol infeksi dengan melakukan perawatan luka dan memperbaiki pembuluh darah.

DCC ini berkolaborasi dengan banyak dokter spesialis dari beragam multidisiplin, antara lain: dokter spesialis saraf, jantung, ginjal, mata, gizi klinik, rehabilitasi medik, ortopedi, psikolog dan lainnya. 


Tujuannya agar penyakit Anda bisa ditangani dengan baik dari ahlinya. 

Selain bekerjasama dengan tim dokter spesialis multidisiplin, Diabetes Connection Care juga memiliki peralatan lengkap untuk mendeteksi komplikasi diabetes terhadap mata, jantung, saraf dan pembuluh darah kaki.

Diabetes Connection Care dapat meminimalisir tindakan amputasi bagi penderita luka kaki diabetes karena ditangani oleh dokter ahli berpengalaman.


Berikut ini beberapa fasilitas yang dimiliki Diabetes Connection Care Eka Hospital, antara lain:

  • Diabetic Neuropathy Examination
  • Kamera Retina dengan Intelegensi Artifisial (AI)
  • Ankle Brachial Index (ABI) Doppler
  • HbA1c Point of Care Testing
  • Elektrokardiografi
  • Treatment chair

Tim dokter terbaik yang dimiliki Diabetes Connection Care Eka Hospital, yakni:

1. Prof. Dr. dr. Sidartawan Soegondo, SpPD-KEMD, FACE, FINASIM


Prof. Dr. dr. Sidartawan Soegondo, SpPD-KEMD, FACE, FINASIM adalah guru besar dan dokter spesialis endokrin metabolik diabetes. Beliau merupakan alumni Universitas Indonesia untuk pendidikan dokter umum, spesialis penyakit dalam hingga menjadi konsultan endokrinologi.

Beliau sangat peduli dengan diabetes hingga mendirikan pusat perawatan diabetes, mendapatkan penghargaan Lifetime Achievement Award for Diabetes Care dari India dan tentunya kerap menjadi tamu kehormatan di acara bertema diabetes.


Beliau juga pernah menjadi ketua umum Pengurus Besar Persatuan Diabetes Indonesia (PERSADIA) selama 2 periode. 

Salah satu prestasinya adalah mengembangkan algoritma dan standar pelayanan di Diabetes Connection Care dengan spesialisasi lain untuk penanganan penderita diabetes lebih baik.


2. DR. Dr. Indra Wijaya, Sp.PD - KEMD, M.Kes, FINASIM


DR. Dr. Indra Wijaya, Sp.PD - KEMD, M.Kes, FINASIM adalah dokter spesialis penyakit dalam konsultan endokrin, metabolik dan diabetes di Eka Hospital BSD. 

Beliau mendapatkan gelar Doctor of Endocrinology dari Universitas Hasanuddin Makassar dan Specialist 2 of Endocrinology dari Universitas Indonesia. Sebelumnya, beliau mendapatkan gelar dokter umum di Universitas Padjajaran Bandung, dokter spesialis di Universitas Indonesia dan Graduated of Pharmacology di Universitas Padjajaran Bandung.


3. dr. Dicky Levenus Tahapary, SpPD, PhD, FINASIM


dr. Dicky Levenus Tahapary, Sp.PD-KEMD, PhD adakah dokter spesialis penyakit dalam di Eka Hospital BSD. Beliau mendapatkan gelar dokter umum dan spesialis di Universitas Indonesia. Baru kemudian menempuh pendidikan PhD di Leiden University Medical Centre, Belanda.


4. dr. Jimmy Tandradynata, Sp.PD


dr. Jimmy Tandradynata, Sp.PD adalah dokter spesialis penyakit dalam di Eka Hospital BSD. Beliau mendapatkan gelar dokter umum dan spesialisnya di Universitas Indonesia. Beliau juga kerap mengikuti kegiatan untuk menunjang profesinya seperti Program Pendidikan Keprofesian Berkelanjutan Ultrasonografi dan 9th Pisa International Diabetes Foot Course.


5. dr. Rudy Kurniawan, Sp.PD, Dip.TH


dr. Rudy Kurniawan, Sp.PD, Dip.TH merupakan dokter spesialis penyakit dalam di Eka Hospital BSD. Beliau sering melakukan perawatan pada penyakit akut dan kronis orang dewasa. Beliau membangun komunitas pasien diabetes yakni Sobat Diabet. Riwayat pendidikannya, beliau mendapatkan gelar dokter umum dan spesialis di Universitas Indonesia.

Beliau aktif mengikuti pelatihan di dalam maupun luar negeri. Beragam penghargaan juga kerap diterima salah satunya Scholarship awardee Temasek Foundation for education and training at National University Cancer Institute, NUS di Singapura.



Jika Anda membutuhkan konsultasi terkait masalah kesehatan di Eka Hospital bisa buat janji melalui layanan Appointment Center Eka Hospital di 1-500-129 atau buat janji konsultasi dengan dokter via booking dokter Eka Hospital


Tips Mencegah Munculnya Luka Diabetes


Read More

Tulisan Dari Masyithoh Sobari Part I

Leave a Comment
๐™ƒ๐™–๐™ฉ๐™ž ๐™ฎ๐™–๐™ฃ๐™œ ๐™ข๐™š๐™ฃ๐™˜๐™ž๐™ฃ๐™ฉ๐™–๐™ž ๐™–๐™ ๐™–๐™ฃ ๐™จ๐™š๐™ก๐™–๐™ก๐™ช ๐™ฉ๐™š๐™ง๐™–๐™จ๐™– ๐™ข๐™ช๐™™๐™– ❤️

๐™…๐™ž๐™ ๐™– ๐™ง๐™š๐™ฃ๐™˜๐™–๐™ฃ๐™–๐™ฃ๐™ฎ๐™– ๐™ฉ๐™ž๐™™๐™–๐™  ๐™—๐™š๐™ง๐™๐™–๐™จ๐™ž๐™ก, ๐™ช๐™—๐™–๐™๐™ก๐™–๐™ ๐™ง๐™š๐™ฃ๐™˜๐™–๐™ฃ๐™–๐™ฃ๐™ฎ๐™–-๐™—๐™ช๐™ ๐™–๐™ฃ ๐™ฉ๐™ช๐™Ÿ๐™ช๐™–๐™ฃ๐™ฃ๐™ฎ๐™–
❤️❤️❤️

Belajar dari kisah Rasulullah SAW; _Karya besar tercipta bukan karena kekuatan, tapi karena ketekunan_

ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุตَู„ِّ ูˆَุณَู„ِّู…ْ ูˆَุจَุงุฑِูƒْ ุนَู„َู‰ ุณَูŠِّุฏِู†َุง ู…ُุญَู…َّุฏٍ ุงู„ูَุงุชِุญِ ู„ِู…َุง ุฃُุบْู„ِู‚َ ูˆَุงู„ุฎَุงุชِู…ِ ู„ِู…َุง ุณَุจَู‚َ ูˆَุงู„ู†َّุงุตِุฑِ ุงู„ุญَู‚َّ ุจِุงู„ุญَู‚ِّ ูˆَุงู„ู‡َุงุฏِูŠ ุฅِู„َู‰ ุตِุฑَุงุทٍ ู…ُุณْุชَู‚ِูŠْู…ٍ. ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„ู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุนَู„َู‰ ุงَู„ِู‡ِ ูˆَุฃَุตْุญَุงุจِู‡ِ ุญَู‚َّ ู‚َุฏْุฑِู‡ِ ูˆَู…ِู‚ْุฏَุงุฑِู‡ِ ุงู„ุนَุธِูŠْู…ِ.
❤️❤️❤️

BELAJARLAH UNTUK DIAM JIKA BICARA TIDAK MEMBIMBINGMU

Abu adz-Dzayyal rohimahullah berkata :
‎ุชุนู„ู… ุงู„ุตู…ุช ูƒู…ุง ุชุชุนู„ู… ุงู„ูƒู„ุงู…، ูุฅู† ูŠูƒู† ุงู„ูƒู„ุงู… ูŠู‡ุฏูŠูƒ، ูุฅู† ุงู„ุตู…ุช ูŠู‚ูŠูƒ، ูˆู„ูƒ ููŠ ุงู„ุตู…ุช ุฎุตู„ุชุงู† : ุชุฃุฎุฐ ุจู‡ ุนู„ู… ู…ู† ู‡ูˆ ุฃุนู„ู… ู…ู†ูƒ، ูˆุชุฏูุน ุจู‡ ุนู†ูƒ ู…ู† ู‡ูˆ ุฃุฌุฏู„ ู…ู†ูƒ.

Belajarlah diam seperti engkau belajar bicara, karena jika bicara tidak membimbingmu, maka sesungguhnya diam akan menjaga dirimu, dan dengan diam engkau akan mendapatkan dua hal; dengannya engkau bisa mengambil 'ilmu dari orang yang lebih berilmu darimu, dan dengannya engkau bisa menolak keburukan orang yang lebih pintar debat dari dirimu.

✨ *(Kesuksesan tidak selalu tentang kebesaran, tapi tentang konsistensi)*✨

❤️❤️ *Pada akhirnya, cinta yang kamu terima sama dengan cinta yang kamu berikan* ❤️❤️

๐˜ฝ๐™ž๐™Ÿ๐™–๐™ ๐™จ๐™–๐™ฃ๐™– ๐™ž๐™ฉ๐™ช ๐™ฉ๐™š๐™ง๐™ ๐™–๐™™๐™–๐™ฃ๐™œ ๐™—๐™š๐™ก๐™–๐™Ÿ๐™–๐™ง ๐™™๐™–๐™ง๐™ž ๐™ ๐™š๐™จ๐™–๐™ก๐™–๐™๐™–๐™ฃ ๐™ค๐™ง๐™–๐™ฃ๐™œ ๐™ก๐™–๐™ž๐™ฃ

๐™…๐™ž๐™ ๐™– ๐™จ๐™ช๐™–๐™ข๐™ž ๐™™๐™–๐™ฃ ๐™ž๐™จ๐™ฉ๐™ง๐™ž ๐™ ๐™š๐™ก๐™–๐™  ๐™—๐™š๐™ง๐™—๐™š๐™™๐™– ๐™ฉ๐™ž๐™ฃ๐™œ๐™ ๐™–๐™ฉ ๐™จ๐™ช๐™ง๐™œ๐™–๐™ฃ๐™ฎ๐™–, ๐™ข๐™–๐™ ๐™– ๐™จ๐™ž๐™–๐™ฅ๐™–๐™ฅ๐™ช๐™ฃ ๐™™๐™–๐™ง๐™ž ๐™ข๐™š๐™ง๐™š๐™ ๐™– ๐™ฎ๐™œ ๐™™๐™š๐™ง๐™–๐™Ÿ๐™–๐™ฉ๐™ฃ๐™ฎ๐™– ๐™™๐™ž ๐™—๐™–๐™ฌ๐™–๐™ ๐™–๐™ ๐™–๐™ฃ ๐™ฃ๐™–๐™ž๐™  ๐™ ๐™š ๐™™๐™š๐™ง๐™–๐™Ÿ๐™–๐™ฉ ๐™ฅ๐™–๐™จ๐™–๐™ฃ๐™œ๐™–๐™ฃ๐™ฃ๐™ฎ๐™– ๐™ฎ๐™œ ๐™ก๐™š๐™—๐™ž๐™ ๐™ฉ๐™ž๐™ฃ๐™œ๐™œ๐™ž, ๐™™๐™–๐™ฃ ๐™–๐™ ๐™–๐™ฃ ๐™ฉ๐™ž๐™ฃ๐™œ๐™œ๐™–๐™ก ๐™—๐™š๐™ง๐™จ๐™–๐™ข๐™–.

๐™„๐™ฃ๐™ž ๐™Ÿ๐™–๐™ฌ๐™–๐™—๐™–๐™ฃ ๐™„๐™ข๐™–๐™ข ๐™–๐™ฏ-๐™•๐™ช๐™ง๐™ฆ๐™ค๐™ฃ๐™ž ๐™ ๐™š๐™ฉ๐™ž๐™ ๐™– ๐™™๐™ž๐™ฉ๐™–๐™ฃ๐™ฎ๐™– ๐™๐™–๐™ก ๐™ฉ๐™š๐™ง๐™จ๐™š๐™—๐™ช๐™ฉ, ๐™จ๐™–๐™ข๐™—๐™ž๐™ก ๐™ข๐™š๐™ข๐™—๐™–๐™ฌ๐™–๐™ ๐™–๐™ฃ ๐™๐™–๐™™๐™ž๐™ฉ๐™จ ๐™™๐™–๐™ง๐™ž ๐™„๐™—๐™ฃ๐™ช ๐˜ผ๐™—๐™—๐™–๐™จ ๐™™๐™ž ๐™—๐™–๐™ฌ๐™–๐™ ๐™ž๐™ฃ๐™ž:

[ุงู„ุนู‚ูˆุฏ ุงู„ุฌูˆู‡ุฑูŠุฉ ู„ุญَู„ِّ ุงู„ุฃุณุฆู„ุฉ ุงู„ู…ุบุฑุจูŠุฉ ู„ู„ุฅู…ุงู… ุงู„ุฒุฑู‚ุงู†ูŠ، ูฅู ]
__

๐™„๐™ฃ๐™ž๐™ก๐™–๐™ ๐™™๐™ž ๐™–๐™ฃ๐™ฉ๐™–๐™ง๐™– ๐™ฃ๐™ž๐™ ๐™ข๐™–๐™ฉ ๐™ฅ๐™ช๐™ฃ๐™ฎ๐™– ๐™ฅ๐™–๐™จ๐™–๐™ฃ๐™œ๐™–๐™ฃ ๐™ฎ๐™œ ๐™จ๐™๐™ค๐™ก๐™š๐™. ๐™”๐™œ ๐™—๐™š๐™ง๐™–๐™ฉ ๐™ž๐™ฉ๐™ช ๐™Ÿ๐™ž๐™ ๐™– ๐™‡๐˜ฟ๐™-๐™–๐™ฃ, ๐™จ๐™–๐™ฉ๐™ช ๐™™๐™ž ๐™จ๐™ช๐™ง๐™œ๐™– ๐™™๐™–๐™ฃ ๐™จ๐™–๐™ฉ๐™ช ๐™™๐™ž ๐™ฃ๐™š๐™ง๐™–๐™ ๐™–..

*๐™ฑ๐š’๐šŠ๐š›๐š”๐šŠ๐š— ๐š•๐šž๐š”๐šŠ-๐š•๐šž๐š”๐šŠ๐š–๐šž ๐š–๐šŽ๐š—๐š๐š’๐š—๐š๐šŠ๐š๐š”๐šŠ๐š— ๐š‹๐šŠ๐š‘๐š ๐šŠ ๐š”๐šŠ๐š–๐šž ๐š‹๐šŽ๐š›๐š๐šŠ๐š‘๐šŠ๐š—, ๐š‹๐šž๐š”๐šŠ๐š— ๐š๐šŠ๐š๐šŠ๐š•*
✨✨✨

Saat Nabi Ayyub mengakui kelemahannya kepada Allah, Allah menjawab : *istajabna*

Saat Nabi Yunus berdo'a dengan menampakkan kelemahannya, Allah menjawab : istajabna.

Begitu juga dengan Nabi Zakaria, beliau menampakkan akan kelemahannya, Allah menjawab: *istajabna*

Apa maknanya? 

Maknanya yaitu berdo'a sejatinya adalah menampakkan kelemahan kita di hadapan Allah SWT

Tidak ada seorang pun yang mengetahui apa yang bisa dikerjakan sebelum mencobanya

*Jangan batasi tantanganmu-tantang batas kemampuanmu*

๐Ÿ˜Ž๐Ÿ˜Ž๐Ÿ˜Ž

*Tantangan membuat hidup menarik; mengatasinya membuat hidup bermakna* ✨

ู…ู† ุธู† ุงู†ููƒุงูƒ ู„ุทูู‡ ุนู† ู‚ุฏุฑู‡ ูุฐู„ูƒ ู„ู‚ุตูˆุฑ ู†ุธุฑู‡

“Siapa yang menganggap suatu takdir tidak berdasarkan kasih sayang Allah, maka itu adalah bukti nyata kebodohannya.”

Ibnu Ataillah.

Sayyid Ahmad bin Muhammad Al-Maliki, beliau menyampaikan satu hadist yang berbunyi :

"ู…َู†ْ ุฃَู…ْุณَู‰ ูƒَุงู„ًّุง ู…ِู†ْ ุนَู…َู„ِ ูŠَุฏِู‡ِ ุจَุงุชَ ู…َุบْูُูˆْุฑًุง ู„َู‡ُ"

“Barangsiapa yang di sore harinya letih karena pekerjaan yang ia kerjakan sendiri, maka di malam harinya ia tidur dalam keadaan dosanya diampuni”

(Yang dimaksud dosa disini ialah dosa-dosa kecil)

Rintangan adalah hal menakutkan yang terlihat saat kamu melepas pandangan dari tujuan

*Satu-satunya tempat di mana kesuksesan datang sebelum kerja adalah dalam angan-angan* ๐Ÿคญ๐Ÿ˜œ


Membaca surat Al-Ikhlas 1000 kali di Hari Arafah adalah amalan yang dianjurkan dan memiliki banyak keutamaan. Pembacaan dapat dilakukan sepanjang hari atau malam Arafah, dan disarankan untuk diikuti dengan doa yang sungguh-sungguh.


_Kesuksesan dibangun di atas disiplin, bukan hanya ingin_


Selamat Hari Raya Idul Adha 1446 H ❤️

Teladani keikhlasan Nabi Ibrahim dalam menjalankan perintah Tuhannya

Setiap kita adalah Ibrahim

Nabi Ibrahim a.s punya Nabi Ismail a.s…

Ismailmu mungkin jabatanmu. Ismailmu mungkin gelarmu.

Ismailmu mungkin egomu. Ismailmu adalah sesuatu yang engkau sayangi dan kau pertahankan didunia ini.

Nabi Ibrahim tidak diperintah Allah SWT untuk membunuh Nabi Ismail. Nabi Ibrahim hanya diminta Allah SWT untuk membunuh rasa “kepemilikan” terhadap Nabi Ismail, karena hakikatnya semua adalah milik Allah SWT. Banyak hal yang kita rasa sudah menjadi bagian hidup kita, namun ternyata harus dilepas.

*Kesuksesanmu ditentukan oleh apa yang bersedia kamu korbankan untuk itu*

๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ

_Kegagalan bukan lawan dari kesuksesan; itu bagian darinya._

✨✨✨

Takbir Muqayyad
Takbir Muqayyad merupakan takbir yang pelaksanaannya memiliki waktu khusus, yaitu dikumandangkan setiap ba’da shalat di bulan Dzulhijjah pada tanggal 9-13. Tanggal 9-10 disebut hari arafah dan hari raya idul adha, 11-13 disebut dengan hari tasyrik, hari untuk dilaksanakannya berkurban. 


Sementara itu waktu pelaksanaan takbir ini dilaksanakan di malam hari raya idul adha sampai pelaksanan sholat idul adha, dan mengiringi shalat, dibaca setelah melaksanakan shalat, baik fardhu maupun sunnah sampai hari tasyrik selesai (Syekh Abu Abdillah Muhammad ibn Qasim as-Syafi'I dalam Fathul Qarib al-Mujib).












Read More

MENGENAL ANAK-ANAK RASULULLAH DARI KHADIJAH

Leave a Comment
AYO KITA MENGENAL ANAK-ANAK RASULULLAH DARI KHADIJAH

MENGENAL ANAK-ANAK RASULULLAH DARI KHADIJAH


Meskipun tidak semua anak beliau hidup hingga dewasa, kisah hidup mereka menjadi bagian yang sangat berharga dalam sejarah Islam. Berikut adalah penjelasan tentang anak Nabi Muhammad SAW.

Pernikahan Sayyidah Khadijah dengan Rasulullah dikaruniai enam putra-putri, yang terdiri dari dua laki-laki dan empat perempuan.

Biografi singkat tentang putra-putri Sayyidah Khadijah dan Rasulullah:

Pertama Qasim

Qasim adalah anak pertama Rasulullah dan Sayyidah Khadijah. Beliau wafat lebih dahulu dari saudara-saudarinya. Jenazahnya dimakamkan di Makkah (menurut sebagian pendapat).

Al-Qasim adalah anak pertama Nabi Muhammad SAW yang lahir dari istri pertama, Siti Khadijah. Al-Qasim meninggal dunia saat masih sangat kecil, sekitar usia 2 tahun. Kehilangan anak pertama ini sangat menyentuh hati Nabi Muhammad SAW, dan beliau sering disebut dengan julukan "Abu al-Qasim" (Bapak Al-Qasim) karena kedekatannya dengan anak pertama beliau. Al-Qasim adalah simbol kesabaran Nabi dalam menghadapi kehilangan.

Kedua,  Abdullah

Abdullah, yang juga dikenal dengan nama Thohir dan Thoyyib, lahir setelah Islam datang. Beliau wafat pada usia muda di Makkah.

Meskipun usianya sangat singkat, kehadirannya dalam hidup Nabi Muhammad SAW memberikan rasa kebahagiaan, meskipun anak ini akhirnya meninggal saat masih kecil.

Ketiga, Zainab

Zainab adalah putri tertua di antara saudari-saudarinya. 

Beliau lahir sebelum Rasulullah diutus sebagai rasul. 

Zainab menikah dengan Abul Ash bin al-Rabi’. 

Setelah suaminya berhijrah ke Madinah, Zainab pun menyusul. 

Zainab menikah dengan Abu al-As bin al-Rabi, seorang yang awalnya kafir tetapi kemudian memeluk Islam. Zainab dikenal dengan akhlaknya yang mulia dan selalu mendukung ayahnya dalam dakwah. Meski demikian, Zainab menghadapi banyak cobaan dalam hidupnya, termasuk kehilangan anak dan suami yang terluka dalam Perang Badar. Zainab meninggal beberapa waktu setelah ayahnya wafat, dan beliau dimakamkan di Baqi’.

Beliau wafat pada tahun pertama setelah hijrah dan dimakamkan di Baqi’ Madinah.

Keempat, Ruqayyah

Ruqayyah, yang juga dikenal dengan kunyah Ummu Abdillah dan julukan Dzatu al-Hijratain, adalah putri Rasulullah yang pertama kali berhijrah ke Habasyah bersama suaminya, Sayyidina Utsman. 

Mereka kembali ke Makkah, lalu berhijrah lagi ke Madinah. 

Ruqayyah adalah putri kedua Nabi Muhammad SAW dari Siti Khadijah. Beliau menikah dengan Utsman bin Affan, yang kelak menjadi khalifah ketiga dalam sejarah Islam. Ruqayyah dikenal sebagai sosok yang sabar dan penuh kasih sayang. Beliau mendampingi Nabi Muhammad SAW dalam masa-masa yang penuh perjuangan, termasuk pada saat beliau dan suaminya ikut berperang dalam Perang Badar. Sayangnya, Ruqayyah meninggal dunia pada masa-masa awal penyebaran Islam, sebelum ayahnya wafat

Ruqayyah wafat dan dimakamkan di Baqi’ Madinah.

Kelima, Ummu Kultsum

Setelah wafatnya saudarinya Ruqayyah, Ummu Kultsum dipersunting oleh Sayyidina Utsman. 

Ummu Kultsum adalah putri Nabi Muhammad SAW yang ketiga dari Siti Khadijah. Seperti kakaknya Ruqayyah, Ummu Kultsum juga menikah dengan Utsman bin Affan setelah Ruqayyah meninggal. Oleh karena itu, Utsman mendapat julukan "Dua Cahaya" (Zun Nurain) karena beliau menikahi dua putri Nabi Muhammad SAW. Ummu Kultsum juga dikenal dengan kebaikan hati dan ketabahannya. Beliau juga meninggal pada masa yang tidak lama setelah ayahnya wafat.

Mereka hidup bersama hingga akhir hayatnya, dan beliau juga dimakamkan di Baqi’ Madinah.

Keenam, Fatimah

Fatimah, yang dikenal dengan julukan Batul dan Az-Zahra, menikah dengan Sayyidina Ali, yang dijuluki Rasulullah sebagai pintu ilmu. 

Dari pernikahan mereka lahir dua putra yang terkenal, Hasan dan Husain. Fatimah dikenal sebagai wanita yang sangat mulia, sabar, dan setia mendukung ayahnya dalam perjuangan dakwah Islam. Beliau wafat beberapa bulan setelah Nabi Muhammad SAW meninggal dunia.

Fatimah wafat pada tahun ke-11 setelah hijrah ke Madinah dan dimakamkan di Baqi’ Madinah.


Empat putri Nabi sempat masuk Islam dan berhijrah, sementara Fatimah Az-Zahra dikenal sebagai putri yang mendampingi Nabi hingga akhir hayatnya.

Putra-putra Nabi: Al-Qasim, Abdullah, dan Ibrahim (semuanya wafat saat masih kecil/bayi).

Semoga informasi ini memberikan gambaran yang jelas tentang putra-putri Sayyidah Khadijah dan Rasulullah.

Mengetahui anak-anak Nabi Muhammad SAW dalam Islam termasuk bagian dari mempelajari sirah nabawiyah, mengenal Ahlul Bait (keluarga Nabi), dan memperkuat keimanan melalui kisah keteladanan. 

Rasulullah memiliki 7 orang anak: Al-Qasim, Zainab, Ruqayyah, Ummu Kultsum, Fatimah, Abdullah (dari Khadijah), dan Ibrahim (dari Maria al-Qibthiyyah). 


Memahami silsilah ini menghubungkan umat dengan sejarah perjuangan Islam dan memuliakan keluarga Nabi.

Baca di https://qbest.id/app69a211358ec8e


Dapatkan artikel menarik lainnya di QuranBest - Aplikasi Al Quran Digital terbaik.

Read More

Jumat, 27 Februari 2026

Kekuasaan dan Rahmat Allah Menentukan Siapa yang Diselamatkan.

Leave a Comment
Kisah Manusia Terakhir Keluar dari Neraka dan Masuk Surga

Di hari kiamat, manusia akan dikumpulkan di Padang Mahsyar untuk mempertanggungjawabkan segala amal perbuatan mereka. Setiap orang akan melihat catatan amalnya, baik atau buruk, dan ada yang termasuk orang yang banyak dosanya namun masih memiliki sedikit kebaikan.

Di antara manusia, ada satu kelompok yang dikenal sebagai “Ahlu al-Fadl wa al-Maghfirah”—mereka yang berdosa besar tetapi Allah memberi rahmat-Nya. Dalam kisah ini, diceritakan tentang manusia terakhir yang keluar dari neraka.

---

- Kondisi Manusia Terakhir

Ia termasuk orang yang telah lama di dalam neraka karena dosa-dosanya.

Setiap amal baiknya terlalu sedikit untuk menebus dosa-dosanya sehingga ia mendapatkan hukuman yang berat.

Namun Allah Maha Penyayang, dan rahmat-Nya meliputi segala sesuatu.

Rasulullah ๏ทบ bersabda:

> "Di hari kiamat, Allah memasukkan sebagian hamba-Nya ke surga karena rahmat-Nya, bukan karena amal mereka."
— [HR. Muslim]

Ini menunjukkan bahwa keselamatan yang paling besar adalah rahmat Allah, bukan semata-mata amal manusia.

---

- Alasan Allah Memberi Keselamatan

Allah berfirman dalam Al-Qur’an:

> "Katakanlah: ‘Tuhanku telah melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki dari hamba-hamba-Nya, dan Dia menyempitkan bagi siapa yang Dia kehendaki…’"
— Al-Qur'an

Maksudnya, kekuasaan dan rahmat Allah menentukan siapa yang diselamatkan. Bahkan manusia yang berdosa pun bisa masuk surga jika Allah menghendaki.

---

- Momen Terakhir dari Neraka

Manusia terakhir ini berada di neraka selama waktu yang sangat panjang.

Ia menangis, menyesal, dan memohon ampunan Allah.

Allah mendengar permohonannya dan mengangkatnya keluar dari neraka.

Rasulullah ๏ทบ bersabda:

> “Sesungguhnya manusia terakhir yang keluar dari neraka akan dilemparkan ke surga, dan ketika ia masuk surga, ia akan merasa seperti ia adalah orang pertama yang merasakan kenikmatan itu.”
— [HR. Muslim]

Momen ini menunjukkan betapa besar keadilan sekaligus kasih sayang Allah. Meskipun manusia itu banyak berdosa, rahmat Allah melebihi dosa-dosanya.

---

- Hikmah dari Kisah Ini

1. Rahmat Allah Maha Luas

Tidak ada dosa yang bisa menghalangi rahmat-Nya selama Allah menghendaki keselamatan hamba-Nya.

2. Berharap Selalu pada Ampunan Allah

Manusia tidak boleh putus asa, sekalipun dosanya banyak. Allah senantiasa menerima taubat.

3. Kepedulian terhadap Amal

Amal baik, walau sedikit, bisa menjadi penebus jika disertai iman dan taubat.

4. Keadilan dan Hikmah Allah

Allah menyeimbangkan keadilan dan rahmat-Nya; setiap manusia mendapatkan ganjaran sesuai kehendak-Nya.

---

- Dalil Al-Qur’an dan Hadits

Al-Qur’an:

> "Sesungguhnya Allah mengampuni semua dosa, karena Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang."
— Al-Qur'an

> "Dan barang siapa yang mengerjakan amal-amal shaleh, baik laki-laki maupun perempuan sedang ia beriman, maka mereka akan masuk surga dan tidak dianiaya sedikit pun."
— Al-Qur'an

Hadits:

> “Seorang hamba Allah yang berdosa akan dimasukkan ke neraka, kemudian Allah mengangkatnya dan memasukkannya ke surga karena rahmat-Nya, bukan karena amalnya.”
— [HR. Muslim]

---

Kisah manusia terakhir keluar dari neraka dan masuk surga mengajarkan kita:

Jangan pernah putus asa dari rahmat Allah.

Taubat dan amal baik selalu memberi harapan, sekecil apa pun.

Rahmat Allah lebih besar dari dosa manusia.

Semoga kita termasuk hamba yang diselamatkan oleh rahmat Allah di akhirat kelak. Aamiin ๐Ÿคฒ

#kisahkusahislamiyah




Read More

Cintai Saudara Tebarkan Perdamaian

Leave a Comment
Tegur atau hinakan?

Cintai Saudara Tebarkan Perdamaian

Kadang-kadang kita merasa  sedang “menegur” tapi tanpa sadar cara dan nada kita sebenarnya sedang menjelekkan, merendahkan. Dan akhirnya menghakimi. Tentu saja ini tidak dibenarkan. 

Bedanya bukan pada kata kata semata-mata, tetapi pada niat dan cara penyampaian harus kita perhatikan. Nada bicara pun harus kita wbuat sedemikian rupa agar niat baik untuk memperbaiki atau meluruskan sesuatu yang seharusnya tidak sampai membuat orang merasa dianggap dilecehkan.

Teguran yang benar lahir dari hati yang ingin membina, bukan menjatuhkan. Ia disampaikan dengan lembut, menjaga maruah, memilih waktu dan tempat yang sesuai. 

Tegur itu bertujuan untuk memperbaiki, bukan untuk menunjukkan siapa yang lebih baik.

Sebaliknya, mengingatkankan atau meluruskan sesuatu hal yang  sering dilakukan di tempat terbuka, dengan nada keras, tanpa memikirkan perasaan ini sangat tidaklah memberikan pembelajaran yang benar.

 Bila teguran dijadikan tontonan, ia bukan lagi nasihat tetapi penghinaan yang melukai perasaan dan bisa menjatuhkan mental seseorang. 

Jangan sampai ini terjadi, kembalikanlah pada diri sendiri bagaimana rasanya. Subhanallah, jangan ya terlebih kita sesama saudara seiman. Cintai Saudara Tebarkan Perdamaian.

Ingatlah, menjaga maruah saudara kita itu juga sebahagian daripada akhlak. Jika benar kita ingin melihat dia berubah, maka nasihatilah dengan kasih sayang. Karana hati tidak akan terbuka dengan hardikan, mengukit keburukan apalagi sampai mengungkit masa lalu, waduh!!! Janganlah begitu, tetapi lembut dengan hikmah.

Katakan pada diri sebelum bicara:
Aku ingin dia jadi lebih baikkah

Atau

Aku ingin dia terpurukkah? 

#TegurDenganHikmah
#JagaAibSaudara
#AkhlakDiutamakan
#NasihatKeranaAllah
#MuhasabahDiri
#JagaLisan
#BinaJanganJatuhkan
#DakwahBerhikmah


Menulis Sambil Belajar Memperbaiki Diri. 

Read More

Kamis, 26 Februari 2026

DIMANDIKAN MALAIKAT GHASIILUL MALAIKAH

Leave a Comment

GHASIILUL MALAIKAH — YANG DIMANDIKAN PARA MALAIKAT

Di tengah teriknya medan Perang Uhud, seorang pemuda berlari tergesa-gesa.

Pedangnya terhunus. 
Wajahnya penuh tekad.
Ia baru saja meninggalkan malam pengantin…
malam pertama bersama istrinya.


Namun baginya, panggilan jihad lebih indah daripada kenikmatan dunia.

Dialah Hanzhalah bin Abi Amir RA.
Ayahnya adalah Abu Amir, seorang yang memusuhi Islam.

Tetapi Hanzhalah memilih jalan yang berbeda.
Ia memilih Rasulullah ๏ทบ.
Ia memilih iman.
Ia memilih pengorbanan.

⛰️ Panggilan yang Tak Ditunda
Malam sebelum Perang Uhud, Hanzhalah menikah.


Saat ia baru saja bersama istrinya, terdengar panggilan perang.
Ia tahu dirinya dalam keadaan junub.
Ia tahu ia harus mandi terlebih dahulu.

Namun waktu tidak menunggu.
Ia takut tertinggal dari barisan kaum muslimin.
Tanpa menunda…
tanpa mencari alasan…
ia bergegas menuju medan laga.

⚔️ Syahid di Jalan Allah
Perang berkecamuk di kaki Gunung Uhud.
Di antara para pejuang yang bertahan membela Rasulullah ๏ทบ,
ada Hanzhalah — bertarung dengan keberanian luar biasa.

Disebutkan ia berhasil menjatuhkan salah satu pemimpin musyrikin
sebelum akhirnya ia gugur sebagai syahid.

Tubuhnya terbaring di tanah Uhud…
Namun ada sesuatu yang istimewa.

๐Ÿ‘‘ Dimandikan Oleh Para Malaikat

Rasulullah ๏ทบ bersabda bahwa beliau melihat para malaikat turun dari langit,
memandikan Hanzhalah dengan air dari bejana-bejana perak.

Para sahabat pun terheran.
Mengapa ia dimandikan?

Ketika ditanya kepada istrinya, barulah diketahui:
Hanzhalah berangkat ke medan perang dalam keadaan junub
dan belum sempat mandi.


Maka Allah memuliakannya.
Jika ia tidak sempat bersuci di bumi,
maka malaikatlah yang memandikannya di langit.

Sejak saat itu ia dikenal dengan gelar:

✨ GHASIILUL MALAIKAH
Orang yang dimandikan oleh para malaikat

๐Ÿ’” Sebuah Pilihan yang Menggetarkan Langit
Bayangkan…
Seorang pemuda yang baru memulai kehidupan rumah tangga,
memilih bangkit,
memilih taat,
memilih mati syahid.
Dan Allah membalasnya dengan kemuliaan
yang tidak diberikan kepada manusia biasa.
Ia tidak berkata, “Nanti dulu.”
Ia tidak menunggu waktu yang sempurna.
Ia berlari menuju Allah.

๐ŸŒ™ HIKMAH UNTUK KITA
• Ketaatan tidak menunggu waktu yang sempurna.
• Allah melihat niat dan pengorbanan hamba-Nya.
• Dunia menggoda, tetapi akhirat jauh lebih mulia.
• Kemuliaan sejati adalah ketika Allah yang memuliakan kita.

๐Ÿคฒ UNTUKMU YANG MEMBACA INI…
Saudaraku…
Kita mungkin tidak berada di medan Perang Uhud.

Tetapi kita berada di medan ujian.
Antara panggilan dunia dan panggilan iman.
Antara kenyamanan dan pengorbanan.
Jika panggilan Allah datang hari ini…
Apakah kita siap berlari seperti Hanzhalah?

#KisahSahabatNabi
#PemudaHijrah
#InspirasiIslam
#PerangUhud



GHASIILUL MALAIKAH

Read More