Minggu, 08 Maret 2026

Sepuluh Tahun Telah Berlalu

42 comments

"May ..., tunggu buru-buru amat sih!" Andrian menghadangku.


"Mau apa, kalau mau pinjam buku catatan, maaf aku nggk boleh!" Dengan kesal aku kembali duduk di kursi.


"Tapi aku tidak mencatat tadi May, tolonglah."


"Dari tadi kamu ngapain aja!" Aku kesal.


"Aku, dari tadi mandangin kamu, hehe ..., kamu pasti pura-pura nggk ngerasakan?" Andrian bergeming berdiri di samping kursi yang diduduki May.


"Halah! Pasti karena telingamu tertutup rambutmu tuh, jadi apa yang pak Amrana ucapkan tadi kau tidak dengar, iyakan?" Aku makin gemas melihat gaya Andrian yang belagak lugu.


"Eh, ini bukan masalah rambutku May, tapi konsentrasiku ke kamu dari tadi tuh, kamu aja sok cuek." Andrian membungkuk dan menompangkan tangannya di mejaku sehingga wajahnya tepat berada dihadapanku.


"Aku nggk suka lihat gaya rambutmu, awas! Aku mau lewat!" Aku langsung berdiri dan mendorong tubuh Andrian, tapi Andrian bergeming dan langkahku kembali tertahan.


"Aku akan menyingkir dari hadapanmu, tapi aku ingin dengar darimu, jadi ..., e ..., bagusnya rambutku ini digimanakan agar kau suka?" Andrian mengelus rambutnya dengan tangan kanannya.


"E ..., botak!" Aku asal jawab yang penting Andrian memberikan jalan untukku.


"Hahaha ...., kau lihat besok penampilanku, kau pasti suka ..., silahkan lewat Maya cantik, sampai jumpa besok ya ..., hehehe ..." Andrian mempersilahkan aku lewat sambil membentangkan tangan kanannya.


"Permisi, wek ..., hahaha." Aku langsung mengambil langkah lebar meninggalkan Andrian.


"Tak usah tergesa May, kalau aku mau sudah ku tangkap engkau sejak tadi, hahaha..."


Aku percepat langkahku meninggalkan Andrian yang masih tertawa, entah apa yang lucu? Mungkin juga tengah menertawakanku.


***

"Maya! Ayo cepat! Ayah segera berangkat!"


Aku berangkat sekolah selalu bersama ayah. Karena untuk menuju kantor ayah melewati sekolahku. Padahal aku sudah merengek berulang kali pada ayah minta dibelikan motor. Motor sekenpun tak apa, yang penting nggak mogok-mogok. Ayah tidak juga mengizinkan kata ayah belum waktunyalah, belum bisa buat sim-lah, nanti saja kalau sudah bisa buat ktp dan sudah ada sim. Ah! Begitulah ayahku.


Sebenarnya tidak masalah aku berangkat sekolah bareng ayah, tapi pulangnya ini aku harus jalan kaki ke terminal untuk naik angkot yang menuju rumahku. Ya kalau cuaca terang tidak hujan, kalau hujan aku harus menunggu reda atau aku hujan-hujanan, huh! Menyebalkan.


Seperti biasa aku selalu sampai sekolah lebih awal. Bahkan aku sering kali datang pintu gerbang sekolah belum di buka, yah begitulah. Kalau aku terlambat sedikit ayah akan terjebak macet, bisa terlambat ayahku masuk kantor. Dan aku tidak ingin itu terjadi.


Aku langsung menuju ruang kelasku. Tidak lama beberapa temanku datang. Ada yang hanya menaruh tas di laci terus pergi lagi menuju kantin sekolah. Ada yang sibuk menyontek PR, ada yang mematut wajahnya dicermin, ada yang membahas berita-berita hangat dan terpopuler versi masing-masing.


"Wiy! Makhluk dari mana nih?!"


"Mimpi apa?"


"Patah hati ya?"


"Nyasar ya?"


Aku tersentak, membalikkan badan dan langsung membekap mulutku dengan kedua tanganku.


"Hahaha ..., Andrian lu kenapa? Rambut lu dikemanain?"


"Ah, gua tahu ..., lu patah hatikan? Maya tega banget bikin Andrian gini." Suara itu langsung disambut derai tawa seluruh yang ada diruangan.


Andrian maju satu langkah dan tersenyum, sambil menganggukan sedikit kepalanya, "Maya kau sukakan , aku botak gini?" Andrian sambil cengengesan.


Aku tersenyum sambil menelan ludah , tiba-tiba tenggorokanku mendadak kering, "Andrian kau tetap manis kok." Sengaja aku pelankan suaraku, aku tak ingin yang lain mendengarnya. Tapi seketika ruangan menjadi hening dan suaraku mengisi seluruh ruangan. Tak ayal lagi sontak teman-temanku seakan ada yang memandu memberikan selamat.


"Selamat ya ..., semoga langgeng hehehe ..."


"Cie ..., cie serasi deh!"


Aku tersipu dan langsung duduk. Aku berpura-pura sibuk mencari sesuatu di dalam tas. Tidak lama bel tanda jam pelajaran sekolah di mulai. Aku seakan merasa tertolong dengan situasi ini. Mencoba menepis grogi dengan bernafas lega. Jujur saja aku merasa bersalah pada Andrian. Aku kan cuma asal jawab, eh Andrian serius menanggapi dengan mencukur gundul kepalanya. Ya ampuuun Andrian apa yang ada dalam pikiranmu?


Aku mencoba mencuri pandang pada Andrian. Tatapanku beradu pandang, aku tidak menyangka Andrian sedang melihat ke arahku. Aku tersenyum berharap senyumku bisa dimaknai sebagai permintaan maaf karena sudah membuat kepala Andrian botak.


***

Sepuluh tahun telah berlalu.


Meski telah terpisah aku masih bisa bertukar cerita lewat medsos. Yang lebih sering digunakan akun facebook. Di facebook aku menemukan teman-teman SMA.


Walau tidak bisa mengontak semua teman-teman SMA dulu, tapi lumayanlah ada beberapa yang lumayan eksis di facebook.


"Maya, gimana kalau kita reuni?" Inbok Rini.


"Ide bagus sih, tapi gimana yang lain?" Balasku.


"Yah kita coba dulu deh!"


"May, Lisa setuju."


"Ok, sambil menunggu yang lain, baru kita tentukan waktunya."


"Sip, aku tunggu deh kabar selanjutnya."


"Aku akan rayu Andrian untuk datang, spesial untukmu May, hehe ...." inbok Rini, menurutku Rini tidak banyak berubah masih tetap cantik, perduli, usil sedikit centil.


"Haha .... Apa mungkin Andrian bakal tergoda oleh rayuanmu say, dah aku of dulu, aku harus menjemput gadis kecilku dari sekolah, bye ...."


"Eh, May salam ya buat bapaknya gadis kecilmu, haha ...."


"Benar dugaanku kau tidak banyak berubah Rin, haha ...."


Aku langsung keluar dari akun facebook ku, kalau tidak bakal pance deh. Hem, sekilas dalam angan sosok Andrian. Wajahnya memang tampan, kata-katanya yang jahil kadang membuatku kesal, jengkel. Andrian yang sering menghujaniku dengan kata-kata pujian. Hem ..., Andrian ..., sayang kau tak segigih sang fotografer yang sekarang telah mengikatku.


Avanzaku melaju perlahan, sepelan ingatanku ke masa putih abu. Ah, sepuluh tahun telah berlalu apa mungkin aku masih bisa menemukan kejahilan Andrian.


Sekolah sudah mulai ramai dengan para orang tua yang ingin menjemput putra putrinya pulang sekolah. Aku membaur diantara wali murid lainya.


Bersambung ....

Read More

Sepuluh Tahun Telah Berlalu bag. 2

32 comments

Sebelumnya ini bagian pertama dari cerita ini :


"May, aku pulang terlambat ..., mungkin agak larut baru sampai di rumah, nggk usah nunggu makan malam denganku ya, cium sayang buat Dinda." Suara mas Bagus di ujung telpon.


"Iya mas, nggak apa-apa, hati-hati mas."


"Ya, assallamuallaikum."


"Waallaikumsallam, terima kasih sayang."


Tumben mas Bagus panggil sayang, nggak biasanya. Aneh. Meski otakku dijejali oleh bermacam pertanyaan tentang perubahan yang baru saja dilakukkan oleh mas Bagus, tapi tak menghalangiku untuk kembali mengenang kejahilan Andrian.


Mas Bagus jauh dari romantis, apa lagi memujiku, yang aku ingat mas Bagus memujiku hanya sekali, ya saat aku memakai gaun pengantin. Mas Bagus kaku dan otoriter. Entah aku tidak tahu mengapa aku bisa luluh dengan cinta yang kadang membuatku terpenjara di kandang emas.


Mas Bagus memantau semua aktifitasku di luar rumah dan membatasiku untuk tidak banyak keluar rumah, selain menjemput dan mengantar Dinda sekolah, ke pasar untuk keperluan harian juga sudah tentukan, dengan cara menyetok mingguan dan bulanan.


Awalnya aku tidak begitu tersiksa dengan perlakuan mas Bagus, aku berusaha untuk berdamai dengan nasib. Semakin lama ternyata aku tidak sekuat inginku. Kadang aku iri dengan teman-temanku, mereka tidak mendapat perlakuan dengan aturan-aturan dari suami sepertiku. Tapi aku harus tetap bertahan demi cintaku, Dinda anakku.


Andrian yang selalu menghujaniku dengan pujian dan cerita-cerita konyol, lucu mengundang tawa. Tapi lebih menarik diri dari mengejarku dan memilih terbang ke Singapur untuk melanjutkan studynya.


***

"Hayo ngelamun ya sayang?" Tiba-tiba mas Bagus memelukku dari belakang.


"Hehe, nggk kok mas." Aku berusaha untuk mengimbangi.


"Hahaha, sayang ..., buatin aku teh dong, sudah lama kita nggk ngeteh bareng sore-sore gini." Suara sedikit manja.


"Hehe, iya mas aku buatkan teh, tapi gimana caranya aku buat teh, kalau mas terus memelukku begini." Aku berusaha menutupi kebingunganku, mengapa mas Bagus berubah menjadi semesra ini.


"Eh, iya sayang, aku lupa ..., habis aku kangen sayang, aku takut kehilangan orang yang aku sayang."


"Kehilangan? Mana mungkin aku menghilang mas, ada Dinda yang mengikatku untuk selalu setia pada mas Bagus." Otakku terus berputar dan berpikir keras, ada apa dengan semua perubahan ini.


"Itu sebabnya, aku khawatir kedua wanita yang cantik didekatku kelak akan meninggalkanku, bila aku tidak merubah sikapku." Mas Bagus melonggarkan pelukannya dan beralih tepat dihadapanku. Suaranya seakan menyesali sikapnya selama ini. Matanya menatap melembut, memberi damai, tidak seperti hari-hari lalu, dingin, kaku kadang membuat aku takut.


***

"Sayang masak apa hari ini?" Mas Bagus membuka tudung saji.


"Masak cumi asam manis mas, tadi Dinda minta menu itu, tapi kalau mas Bagus tak suka nanti aku masak menu lainnya."


"Wah! Cumi asam manis kesukaan Dinda dan aku sayang, Dinda tahu itukan?"


"E, e, ...."


"Enggak usah masak yang lain sayang, itu sudah cukup ..., makyuus!" Sambil tersenyum mas Bagus menyentuh daguku dan mencium keningku, " terima kasih sayang."


"Hehe .... Iya mas, kalau mas suka aku juga senang terima kasih."


"Ada apa dengan mas Bagus, sudah satu minggu ini ia berubah. Apa yang membuatnya berubah? Aku tidak berbuat apa-apa untuk merubah sikapnya?" Batinku diliputi berbagai pertanyaan.


***

"Maya reuninya jadi, bisa datangkan?" SMS dari Rini.


Aku hanya menghela nafas. Aku tidak mungkin meminta izin pada mas Bagus untuk hadir di reuni itu, aku yakin tidak akan mendapat izin. Aku tidak sanggup untuk membalas SMS dari Rini.


"Maya, SMS ku sudah diterimakan? Kok nggk dibalas?" SMS Rini di hari kedua. Lagi-lagi tak tega untuk membalasnya dengan jawaban tidak bisa datang.


"Maya, kabar gembira Lisa bisa datang dari Taiwan, kau bisa hadirkan? Balas dong, kau kenapa tidak memberi khabar?"


Aku dalam posisi kebingungan, sebenarnya aku sangat ingin untuk hadir, tapi aku benar-benar tidak berani meminta izin pada mas Bagus.


"Sayang, ngelamun ya?" Mas Bagus duduk di sampingku dan melingkarkan tangannya di bahu ku.


"Nggak kok mas." Aku merapatkan tubuhku ke mas Bagus.


"Teman-temanmu mengadakan acara reuni ya?" Suaranya tenang.


"E .... Ya mas." Aku gelisah, takut, pikiranku kacau khawatir mas Bagus marah besar.


"Sayang, kau pasti kangen mereka, mau hadirkan?" Mas Bagus mengusap-usap rambutku sementara mulutku bagai terkunci rapat. Aku terdiam. Pasti mas Bagus membaca SMS yang masuk ke hp ku.


"E ...., e ini mas..." Aku bingung mencari jawaban.


"Andrian juga datangkan?" Suara mas Bagus sangat tenang. Justeru aku yang kebingungan dadaku berdegup kencang. Tidak tahu harus bagaimana. "Mas Bagus menyebut nama itu, haduh! Bagaimana ini?" Batinku.


"Sayang, datanglah ke reuni itu, sepuluh tahun telah berlalu, aku tahu suasananya pasti sudah berbeda."


"Tapi, mas ... eng ...." Suaraku langsung di potong oleh mas Bagus.


"Tapi, aku minta maaf ..., bila aku tidak mengantarmu bukan berarti aku tidak memberi restu, hanya saja aku tidak ingin kau merasa selalu aku bayang-bayangi seperti yang sudah-sudah. Aku percaya kau adalah isteri dan ibu yang baik, yang pantas aku percayai." Mas Bagus memelukku erat.


Mas Bagus benar sepuluh tahun telah berlalu, tentu saja Andrian sudah berbeda. Andrian juga sudah tahu kalau Maya yang jutek, jaim, sok jual mahal sudah punya pendamping. Masa-masa jahil, masa-masa cinta remaja yang egois tentu sudah tidak ada lagi.


Aku sangat bersyukur tanpa aku memohon kepada mas Bagus untuk menghadiri reuni akhirnya aku dapat izin. Aku berusaha tidak menampakkan kebahagiaan yang berlebihan pada mas Bagus, bagaimana pun aku harus bisa menjaga perasaannya.


"Mas, terima kasih ya ..., sudah memberi izin." Aku membalas pelukkannya sebagai tanda terima kasih karena sudah mengerti keinginanku.


Dalam hati aku berdoa semoga mas Bagus tidak kembali kaku seperti yang sudah-sudah, aku juga berjanji akan menjaga kepercayaannya dengan segenap jiwa ragaku.


***

Pagi-pagi aku sudah menyiapkan semua keperluan mas Bagus dan Dinda selama aku pergi. Memang aku sudah mendapat izin, tapi aku harus bisa pulang sebelum waktu shalat zuhur habis. Tidak, aku tidak bermasalah dengan waktu dan sudah menjadi tugasku untuk mempersiapkan kira-kira apa saja yang butuhkan Dinda dan mas Bagus selama aku pergi.


"Mas, mereka tidak akan keberatan kok ..., kalau Dinda dan mas Bagus bisa hadir." Ajakku.


"Tidak apa-apa, aku ingin bersama gadis kecilku di rumah, kami sudah menyiapkan alat-alat gambar dan kau sudah menyiapkan semua keperluan kami selama engkau pergi." Mas Bagus memeluk gadis kecilku sambil tersenyum.


"Mama nggak lama kan?" Tanya Dinda.


"Nggak sayang, jangan nakal ya." Aku membungkuk mencium kening Dinda.


"Mas, aku pergi dulu ya." Sambil mencium tangan mas Bagus dan mas Bagus mencium keningku. "Heem ..., hati-hati sayang."


Perlahan Avanza silver melaju, doa ku panjatkan semoga aku bisa mengendalikan perasaanku, bila nanti bertemu Andrian. Secara jujur aku benar-benar berdebar-debar, meski sepuluh tahun telah berlalu kejahilan Andrian sulit untuk aku lupakan.


Rumah makan "Rindu" yang sudah dipesan untuk acara reuni. Masih tampak sepi dari luar, tapi sudah terpakir beberapa kendaraan di halaman parkir. Halaman parkir yang luas dengan ditanami pepohonan yang tertata rapi. Kursi kayu jati yang terawat masih mengkilat walau telah diduduki pelanggan setiap saat.


"Hai! Maya ..., sendirian .., kok nggk diajak gadis kecilmu, aku ingin kenal dengan dai cilikmu sist hehe ..." Lisa menyambutku kami bersamaan turun dari mobil masing-masing. Setelah bersalaman, berpelukan, cipika cipiki, aku dan Lisa bergandengan masuk ke dalam Rumah Makan Rindu.


"Mas Bagas hari ini free, dia ingin menghabiskan waktu bersama Dinda, hehe." Jawabku tanpa melepaskan tanganku yang sedang menggandengnya.


Tak lama Rini muncul dengan balutan celana jeans dan kemeja motif kotak-kotak. Tas kulit berwarna merah. Rini tampak tidak berubah, gayanya yang tomboy dan energik.


"Haha, sudah ngumpul ya, sori telat ...." Rini langsung bergabung.


"Gua yang jauh-jauh dari Menado aja nggk pake telat, halah basi lu ...." Jingga Satria alias Dahlan Satriadi dengan gaya cueknya masih tetap sama seperti dulu.


"Udah yang penting sudah sampai, telat juga nggk di denda ini, hehe ... Aku dari Bandung kemarin, tapi nginap di rumah abangku yang tinggal tidak jauh dengan rumah makan Rindu ini." Maman Achmad dengan suaranya yang kental dengan nada Sunda-nya.


"Jaey Langkung mana? Kayaknya tadi sudah datang?" Tanya Emde Ndotkom.


"Tuh lagi ke toilet." Timpal Lisa ringan.


"Halah jauh-jauh dari Kalimantan yang di cari kok toilet sih?" Celetuk Rini.


Senang rasanya bisa kembali berkumpul dengan teman-teman sekelas waktu di SMU. Meski tidak hadir semua lumayanlah ada dua puluh lima orang yang sempat hadir. Acara dimulai dengan tertib, hingga di acara terakhir hiburan dan menikmati santapan.


Tatapan ku menangkap sosok yang tak asing. Aku mengatur debaran yang memburu perasaanku. Andrian mendekat.


"Assallamuallaikum, Maya ..., apa khabar?" Suaranya tenang jauh dari suara jahil yang dulu. Wajah terlihat dewasa.


"Eh ..., waallaikumsallam, mmmmh, baik. Ka... Kamu gimana?" Jawabku agak tersendat sambil mencoba posisi yang paling membuatku nyaman.


"Lihat! Ya seperti ini hehe ..." Andrian mengangkat kedua bahunya dan membentangkan kedua telapak tangannya.


"Silahkan aku mau ambil makanan dulu." Aku beranjak dari dudukku, aku merasa tak enak berada disituasi ini.


"Aku tahu, kau mau menghindar lagi seperti dulu, tak bisakah kau duduk dan mendengarkan aku, Maya aku sengaja datang dari Batam bukan semata-mata acara ini, tapi aku ingin bertemu denganmu."


"Ya, tapi ..." Andrian memotong kata-kataku.


"Aku tahu, kau nyonya Bagus, ibu dari gadis kecil Dinda dan aku menghormatimu."


"Wow! Kejutan! Andrian tahu dengan keluarga kecilku, kok bisa?" Batinku.


Aku tak ada pilihan selain duduk dan mendengarkan kata-kata yang meluncur dari mulut Andrian. Andrian cerita banyak dari masa-masa kuliahnya juga tentang pekerjaan. Aku lebih banyak diam dan menunduk.


"Beberapa minggu yang lalu, tepatnya satu bulan yang lalu, aku sempat bertemu Bagus. Bagus ada di acara peluncuran produk baru di perusahaan tempat aku bekerja, beliau di daulat sebagai bagian dokumentasi, ya jujur sih sebenarnya atas permintaanku. Aku punya banyak waktu berbincang dengannya. Dan Bagus juga menceritakan kalau dia sangat bahagia dengan keluarga kecilnya." Suara Andrian terhenti dan meneguk lemon squash dihadapannya.


"Aku senang, mendengar kalian bahagia. Bagus tahu kalau dulu aku menyukaimu ..., e, maaf aku ceritakan masa-masa SMA kita dulu pada suamimu." Lanjut Andrian dan melipat tangannya. "Dan Bagus juga tahu kalau sampai sekarang aku masih sendiri."


"Maaf, Andrian aku harus pulang."


"Masih ada waktu May, kita makan dulu, sepuluh tahun telah berlalu May, aku tidak lagi seperti dulu aku menghormatimu sebagai nyonya Bagus, ok." Suara Andrian sangat lembut dan sopan.


"Kalau begitu, izinkan aku mohon diri ..., terima kasih ..., mohon maaf Dinda pasti sedang menungguku di rumah."


***

Inbok dari Andrian ...


"Assallamuallaikum, nyonya Bagus. Mohon maaf bila inbok ini mungkin tidak sopan. Ada keinginanku untuk menelponmu, tapi entahlah aku tidak berani. Sepulangmu dari reuni, aku ngobrol banyak dengan Rini, Rini juga cerita banyak tentang perasaan kamu ke aku dulu. Sungguh aku bukan bermaksud tidak sopan atau ingin membuka luka lama. Aku butuh jawaban jujur darimu. Setelah aku tahu jawaban darimu, aku akan benar-benar pergi, please Maya."


Memoriku bagai mendapat perintah, memutar kembali kenangan lama. Air mata tak mampu kubendung. Ya, Andrian aku pernah mencintaimu. Aku juga pernah berharap engkau hadir dihadapanku menjahiliku dan menghujaniku dengan pujian, rayuan, tertawa bersamaku.


Tapi engkau tak segigih Bagus, kau lemah lalu menjauh dan membuka kesempatan pada Bagus untuk mendapatkan restu dari kedua orang tuaku.


"Waallaikumsallam, aku akui sejujurnya, sepuluh tahun telah berlalu kau meminta kepastian dariku. Aku tak ingin berbohong padamu, ya aku pernah mengharapkanmu, aku akui aku pernah mencintaimu. Seperti yang engkau ketahui Maya yang dulu kau kenal sekarang telah menjadi nyonya Bagus dan ibu dari Dinda. Aku doakan semoga engkau menemukan pujaan hatimu. Maafkan aku. Wassallam."


***

Waktu terus bergulir. Aku kini telah mendapatkan apa yang kuinginkan dari mas Bagus. Mas Bagus benar-benar berubah, aku selalu mendapat pujian dan kehangatan darinya. Tak ada lagi kekakuan aturan yang diterapkan mas Bagus. Tak jarang mas Bagus meringankan pekerjaanku di rumah. Walau demikian aku tetap menghormatinya dan aku semakin sayang padanya.


"Maya, senang rasanya, setelah aku tahu bahwa wanita sepertimu pernah mencintaiku, hahaha aku mulai jahil ya ..., ok selamat berbahagia untukmu bersama pak Bagus, juga salamku untuk malaikat kecilmu." Inbok dari Andrian.


"Terima kasih Andrian."


"Oh ya, apa kau bersedia hadir bila suatu saat aku mengundangmu di hari bahagiaku, hehe ..."


"Silahkan, tujukan undanganmu pada pak Bagus, ok."


"Hehe ..., owh of course nyonya Bagus."


Aku keluar dari akun facebook, alhamdulillah, ada air mata yang mengalir perlahan dipipiku. Entah apa arti air mata ini, ku seka dengan tisue perlahan. Sepuluh tahun telah berlalu dan aku merasa tak pernah sebahagia ini. Iya aku bahagia ternyata hidup ini benar-benar indah.


Mas Bagus telah memberikan segala yang aku inginkan, terima kasih Tuhan.


T A M A T
Read More

AYAM SERUNDENG KELAPA

1 comment
AYAM SERUNDENG KELAPA 


Kita masak lagi yuk!

 Dalam satu keluarga tentu ada menu favorit, menu andalan yang jadi pemeran utama di meja makan, betul nggk?? 

Seperti kali ini sang JUARA MENU FAVORIT dapur Maya, yaitu : 
 AYAM SERUNDENG KELAPA YANG GURIHNYA MERESAP, KRIPSI KELAPANYA.
Nah penasaran kan ....
Cek bahan - bahannya apakah ada di lemari pendingin? 



Mari kita kreasikan stok ayam di rumah jadi Ayam Serundeng ini, Perpaduan ayam empuk dengan taburan kelapa yang gurih-manis ini bener-bener juara alias pemeran utama di meja makan. Pas banget buat menu buka puasa keluarga sore nanti. Tenang masih banyak waktu untuk kita menyiapkan bahan - bahannya. 

Aduh musim hujan Mak males ke pasar! Nah, ini tentu rezeki warung tetangga. Hehe... sekali - kali belanjalah di Warung Tetangga yang dekat dengan rumah kita. Aku sering loh belanja di warung tetangga, kalau kamu gimana ? Eits, nggk usah dijawab disini ya, cukup jawab dalam hati saja nggk apa apa, karena kita sama sama punya alasan hehe....

"Ih! Mba Maya kebiasaan ya, mau bagi resep aja banyak banget omon omonnya..." ( pasti nggk adalah yang bilang gitu, tamu blog ini semua keren- keren)




Ayo kita mulai dengan resep kita hari ini yaitu,

AYAM SERUNDENG KELAPA 

🛒 Bahan Utama:

✅ ½ Ekor Ayam (potong sesuai selera)

✅ 250 gr Kelapa Parut (pilih yang agak muda)

✅ 150 ml Air dan 1 sdm Air jeruk nipis

✅ Garam, Gula, dan Penyedap secukupnya jika suka


🛒 Bumbu Halus alias bumbu Cemplung:

✅ Bawang Merah, 
Bawang Putih,
 Kunyit, 
Kemiri, 
Ketumbar.

✅ Daun Salam, 
Daun Jeruk, 
Serai.

👩‍🍳 Cara Membuatnya:

➡️ Cuci bersih ayam, beri jeruk nipis dan garam (diamkan 5 menit lalu bilas).


➡️ Ungkep ayam dengan bumbu halus, bumbu cemplung, dan air sampai mendidih.


➡️ Masukkan kelapa parut, aduk rata. Masak terus sampai air menyusut dan bumbu meresap ke kelapa.


➡️ Goreng ayam beserta kelapanya dalam minyak panas sampai kuning keemasan.

Ayam Serundeng Kelapa 

Ayam Serundeng  Kelapa 

➡️ Tara AYAM SERUNDENG KELAPA sudah siap bertahta di meja makan keluarga tersayang nih. Pasti deh AYAM SERUNDENG KELAPA YANG GURIHNYA MERESAP, KRIPSI KELAPANYA ini JUARA.
Monggo dicobain yuuuuukkk.

💚 Terima kasih sudah membaca dan bertamu di mari Maya doakan selalu sehat ya tetap semangat puasanya Allah jadikan aktifitas kita hari ini dan seterusnya sebagai ibadah yang diterima juga amal sholeh tabungan akhirat kita aamiin.


➡️ TIPS AGAR TIDAK GOSONG

Goreng serundeng kelapanya belakangan ya supaya nggak cepat gosong!


Read More

Rabu, 04 Maret 2026

Resep Nasi Kebuli Kambing Khas Arab

8 comments
Ramadhan sudah kita jalani masuk hari ke 15 ya. Suasana lebaran sudah semakin dekat ada yang sudah bersiap siap mudik? Kangen suasana hari raya terutama hidangannya 💃💃 

Nah, ayo kita coba memasak yang biasanya dihidangkan saat hari raya. Catat ya cara membuat nasi kebuli kambing khas Arab tanpa repot yang bisa kita coba di rumah. 

Resep nasi kebuli ini lengkap dengan bumbu nasi kebuli yang bahan-bahannya mudah kita dapat di warung atau pasar tradisional terdekat dengan tempat tinggal kita lo.

Nasi kebuli ini nggak bisa dipungkiri menjadi sajian yang sedap untuk disantap bersama keluarga dan sanak saudara.

 Daging kambing yang gurih dengan aroma nasi kebuli sangat sulit untuk ditolak.

 
Oh ia sebelum aku lupa, daging kambing bisa kamu ganti sesuai selera kamu ya, misal kamu mau ganti dengan daging ayam tentu tetap enak, atau mau pakai daging sapi yes ok banget.


Aduh, aku sudah nggak sabar ingin membagikan resep selengkapnya. Ayo scroll terus sampai bawah, cilukbaaa.. 😁

Nah ini dia bahan yang dibutuhkan untuk mengikuti cara membuat nasi Kebuli.

Resep Nasi Kebuli Kambing Khas Arab

☑️ Bahan utama:

4 sdm margarin
150 gram bawang bombay
10 cm kayu manis
½ butir biji pala memarkan
5 butir cengkeh
8 butir kapulaga
300 gram daging kambing
50 ml air
1 kg beras yang pulen, cuci kemudian tiriskan
750 ml susu cair atau bisa dengan santan


☑️Bahan bumbu halus untuk cara membuat nasi kebuli:

10 butir bawang merah
5 siung bawang putih
4 cm jahe
1.5 sdm ketumbar yang sudah disangarai
½ sdt merica butiran yang sudah disangrai
2 sdt garam


☑️Bahan pelengkap:
 bawang merah goreng secukupnya
2 sdm kismis (opsional)
Timun secukupnya



☑️Cara membuat nasi kebuli kambing : 

1. Panaskan mentega hingga meleleh, lalu masukkan bumbu aduk hingga harum dan matang.

2. Masukkan kayu manis, cengkeh, kapulaga, aduk hingga tercium aroma wangi.

3. Tambahkan daging kambing, aduk sampai kaku.

4. Tuangkan air, masak hingga daging kambing menjadi lunak.

5. Beras di kukus hingga +- 30 menit sampai setengah matang lalu angkat.

6. Taruh beras dalam panci, tambahkan susu atau santan, jerangkan di atas api aduk rata.

7. Tambahkan daging kambing tumis, aduk hingga susu/ santannya habis lalu diangkat.

8. Kukus kembali selama 30 menit sampai matang dan angkat.

  Nasi Kebuli kambing Khas Arab


Tara... sajikan nasi kebuli kambing khas arab selagi masih panas dengan bahan pelengkapnya agar aroma masih terasa mantap.

Sangat mudahkan, mau langsung mencoba resep nasi kebuli kambing? 
Buruan belanja mumpung masih pagi kita siapkan bahan bahannya. 


Ok tetap semangat dan bahagia selalu ya. Puasa bukan alasan untuk bermalas malasan dong..

Selamat mencoba  Resep Nasi Kebuli Kambing Khas Arab
pembaca yang baik hati.







Read More

Selasa, 03 Maret 2026

Tumis Tauge Tuna Baby Buncis

1 comment
Saya sering membaca beberapa artikel tentang bahan makanan yang sehat. 
Bahan makanan yang sehat adalah yang mengandung karbohidrat, protein, vitamin dan mineral juga serat. 
Jadi jelas bukan yang mahal harganya.

Tauge adalah bahan makanan yang memenuhi syarat untuk digolongkan ke dalam jenis bahan makanan yang sehat. 

Tauge bisa berasal dari kacang hijau yang sudah mengecambah, biasanya dengan perendaman dalam air bersih dengan jangka waktu tertentu.

Rasa tauge yang manis dan renyah sangat nikmat bila diolah dengan cara menumis sebagai teman sarapan pagi atau teman makan malam.



Tumis Tauge Tuna Baby Buncis

Meski pembuatan tauge terlihat higenis, tapi kita tetap harus berhati-hati bukan tidak mungkin tauge yang tampak putih bersih ini bisa menjadi tempat sarang bakteri. 

Tetap cuci bersih dulu sebelum di olah dan di konsumsi.

Saya juga pernah melihat orang yang mencampurkan tauge begitu saja pada soto atau bakso dalam keadaan mentah.

 Memang renyah pada tauge sangat menggoda, tapi sebaiknya kita mencuci dan memblanzir atau mencelornya dulu ke dalam air mendidih untuk berjaga-jaga.

 Toh! Makanan yang sehat juga harus di tunjang dengan kebersihannya.

Nah hari ini saya akan berbagi resep sederhana, Tumis Tauge Tuna Baby Buncis ini memang resep sederhana, tapi rasanya nikmat dan tentunya bernilai gizi tinggi. 

Cara pengolahannya pun sangat simpel dan sangat mudah.

 Tertarik untuk mengetahuinya? Baiklah kita mulai resepnya.

Resep Tumis Tauge Tuna Baby Buncis

Bahan-bahan :

1 Cangkir tauge yang sudah dibersihkan

100 grm baby buncis, buang bagian ujung-ujungnya, cuci bersih lalu potong atau iris menyerong

50 gram daging ikan tuna, goreng sebentar lalu suwir-suwir pisahkan dari duri atau tulangnya

Bumbu :

1 buah tomat cuci bersih, belah menjadi delapan bagian
2 buah cabe merah iris tipis serong
3 siung bawang putih iris
3 siung bawang merah iris
garam

setengah gelas air
minyak untuk menumis

Cara memasaknya :

Panaskan wajan atau kuali, beri satu sendok makan minyak goreng. Setelah minyak panas masukkan buncis sebentar, kira 2-3 menit lalu angkat dan sisihkan.


Tumis bawang merah hingga layu, masukkan bawang putih hingga harum, masukkan cabe iris dan tuna suwir. Tambahkan air tunggu hingga mendidih.

Masukkan tauge dan buncis, jangan lupa garam aduk rata lalu angkat. Segera pindahkan pada piring saji.


Nah masakan Tumis Tauge Tuna Baby Buncis sudah siap. 

Cukup simpelkan?

Ayo dicoba percaya deh selera makanmu pasti akan tertantang. 
Cocok juga untuk sahur dan berbuka puasa nanti loh. 

Masih sempat ke pasar nih. Dah ya. Tuan rumah mau ke pasar dulu nih, jangan lupa tuliskan komentarmu kita berbagi cerita tentang rasa tak pernah bohongkan? 


Tumis Tauge Tuna Baby Buncis kaya serat dan nutrisi lainya. Perpaduan protein hewani dan nabati juga berbagai vitamin dan mineral pastinya

Satu lagi resep Tumis Tauge Tuna Baby Buncis

Tumis Tauge Tuna Baby Buncis

Tumis Tauge Tuna Baby Buncis adalah masakan rumahan yang simpel, bergizi, dan cepat saji, menggabungkan renyahnya tauge dan buncis dengan gurihnya ikan tuna kaleng.

 Hidangan ini sering ditumis dengan bumbu dasar seperti bawang merah, bawang putih, dan cabai, serta saus tiram untuk rasa yang lebih kaya. 

Berikut adalah resep dan cara membuat Tumis Tauge Tuna Baby Buncis.



Bahan Utama:
200 gr Baby buncis (potong serong)
150 gr Tauge (cuci bersih)
1 kaleng Tuna (dapat menggunakan tuna flakes in oil/water, tiriskan)


Bumbu Iris:
3 siung Bawang merah
2 siung Bawang putih
3-5 buah Cabai merah keriting/rawit (sesuai selera)
1 buah Tomat (opsional, potong-potong)


Perasa:
1 sdm Saus tiram
Garam, gula, dan kaldu bubuk secukupnya
Sedikit air 


Cara Memasak :

Persiapan: 

Panaskan sedikit minyak goreng. Tumis bawang merah dan bawang putih hingga layu dan harum.

Tumis Bumbu & Tuna: 
Masukkan irisan cabai dan tomat, aduk rata. Masukkan tuna kaleng yang sudah ditiriskan, aduk sebentar.


Masak Buncis:
 Masukkan baby buncis. Tambahkan sedikit air agar buncis matang merata. Masak hingga buncis setengah lunak/matang.

Tambahkan Bumbu:
 Tambahkan saus tiram, garam, gula, dan kaldu bubuk. Aduk rata dan koreksi rasa.

Tambahkan Tauge: 
Masukkan tauge, aduk cepat selama kurang lebih 1-2 menit hingga tauge layu tapi tetap renyah.


Penyajian:
 Matikan api dan angkat. Tumis Tauge Tuna Baby Buncis siap disajikan. 


Tips
Tekstur: 
Agar buncis tetap hijau dan renyah, jangan memasaknya terlalu lama. Anda juga bisa merebus buncis sebentar (blanching) sebelum ditumis.

Varian: Anda bisa menambahkan teri jengki atau telur orak-arik untuk variasi rasa. 

Read More

Gugurnya Petinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei INNALILLAHI WA INNA ILAIHI RAJI’UN

Leave a Comment
Gugurnya Petinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei

INNALILLAHI WA INNA ILAIHI RAJI’UN

Duka yang begitu dalam menyelimuti dunia.

Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Ayatollah Ali Khamenei dilaporkan gugur dalam serangan di Teheran pada 28 Februari 2026.

Di bulan suci Ramadan di saat umat menengadahkan doa, kabar kepergian beliau justru datang sebagai luka yang begitu perih. 

Iran menyebutnya sebagai syahid pergi dalam jalan yang diyakini sebagai pengorbanan tertinggi. 

Suara yang selama ini menggema, kini telah diam. Langkah yang dulu memimpin, kini telah berhenti. 

Dan dunia hanya bisa menyaksikan duka yang tak terucap.


Doa untuk Ayatollah Ali Khamenei

Ya Allah, terimalah beliau dalam kemuliaan syahid, ampuni segala khilafnya, lapangkan kuburnya, dan tempatkan di sisi terbaik-Mu.



Untuk rakyat Iran ini bukan sekadar kehilangan, tapi luka yang akan dikenang sepanjang masa.

Ribuan warga Iran tumpah ruah di hampir seluruh kota untuk mengekspresikan duka mereka usai pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei tewas dalam serangan Amerika Serikat-Israel. Kerumunan orang tampak memadati jalan-jalan di Teheran sambil membawa bendera Iran dan foto Khamenei pada Minggu.

Baca artikel CNBC Indonesia "Video: Ribuan Warga Iran Tumpah Ruah ke Jalan, Berduka Khamenei Tewas" selengkapnya di sini: https://www.cnbcindonesia.com/news/20260302083127-8-715018/video-ribuan-warga-iran-tumpah-ruah-ke-jalan-berduka-khamenei-tewas






Read More

Sabtu, 28 Februari 2026

Tips Mencegah Munculnya Luka Diabetes

Leave a Comment



Diabetes membuat tubuh membutuhkan waktu yang lebih lama untuk penyembuhan luka. 

Hal ini disebabkan oleh penumpukan glukosa dalam darah yang menghambat sel penyembuh untuk sampai di titik luka. 

Karena itu, perlu cara khusus untuk merawat luka diabetes.
Namun, fokus utama bukan hanya pada merawat lukanya saja. Anda yang mengidap diabetes juga perlu menjaga diri untuk membatasi kadar gula dalam darah. 

Cek perawatan yang perlu dilakukan oleh Anda yang mengidap diabetes.

Cara Merawat Luka Diabetes

Penyembuhan yang lambat membuat Anda perlu ekstra hati-hati. Luka diabetes harus diperhatikan supaya tidak terjadi infeksi. Berikut sejumlah cara untuk merawat luka diabetes:

1. Bersihkan luka setiap hari


Gunakan air dan sabun untuk membersihkan luka. Hindari merendam pada kolam karena bisa meningkatkan kemungkinan infeksi. Konsultasikan juga dengan dokter sabun pembersih yang cocok untuk kulit Anda.


2. Tutup luka dengan perban


Konsultasikan cara menutup luka kepada dokter. Bentuk dan posisi luka akan membedakan cara menutupnya. Menutup luka akan menurunkan risiko infeksi. Pastikan tangan dan perban yang digunakan dalam keadaan bersih.


3. Kurangi tekanan pada luka


Hal yang perlu dilakukan juga adalah menghindari tekanan di daerah luka. Tekanan atau benturan hanya akan membuat luka kembali terbuka dan terjadi pendarahan. Gunakan alat bantu pada bagian luka jika memang dibutuhkan.


4. Cek luka untuk cegah infeksi


Cek luka secara rutin jika muncul rasa nyeri, bengkak, kemerahan, berair, bernanah, dan menimbulkan aroma tidak sedap. Kembali bersihkan jika luka memunculkan tanda-tanda infeksi.

 Gunakan antibiotik untuk membantu membersihkan infeksi luka.


5. Kontrol asupan gula darah



Hal terpenting yang perlu dilakukan adalah mengontrol gula darah dengan menjaga pola makan sehat. Selain itu, cobalah rutin berolahraga dengan intensitas rendah ke sedang. 

Mengontrol gula darah pun bisa dengan memberikan suntikan insulin atau obat diabetes lainnya. Namun, perlu konsultasi dengan dokter untuk menggunakan obat-obatan tersebut.


6. Penuhi nutrisi yang baik untuk tubuh


Pola makan tentunya sangat berpengaruh pada kondisi kesehatan penderita diabetes. Anda perlu mencukupi asupan yang dibutuhkan, termasuk sejumlah nutrisi yang bisa mempercepat penyembuhan, seperti vitamin C dan zink.


Tips Mencegah Munculnya Luka Diabetes


Tips Mencegah Munculnya Luka Diabetes

Jauh sebelum merawat luka, penderita diabetes harus menjaga supaya tidak muncul luka. 

Berikut sederet tips yang bisa dilakukan.


1. Hindari bertelanjang kaki


Pastikan selalu mengenakan alas kaki setiap kali keluar rumah, biarpun hanya ke tempat yang dekat sekalipun. 

Alas kaki akan melindungi kaki dari kerikil atau benda tajam yang bisa melukai kaki.


2. Berhenti merokok


Kebiasaan merokok akan merusak pembuluh darah dan memperlambat penyembuhan. Cobalah untuk berhenti merokok jika sudah terdiagnosis diabetes.


3. Hati-hati saat menggunakan benda tajam


Anda juga perlu berhati-hati saat menggunakan benda tajam karena berpotensi bisa melukai tangan. Sebut saja saat memotong kuku, menggunakan gunting, atau memakai pisau.


4. Rutin berkonsultasi dengan dokter


Sebaiknya mengunjungi dokter secara rutin untuk melakukan pengecekan kondisi gula darah. Dokter juga akan memberikan saran untuk konsumsi harian dan obat-obatan yang dibutuhkan. Hal ini akan membantu Anda untuk mengetahui kondisi tubuh.

Diabetes Connection Care Eka Hospital

Diabetes Connection Care adalah pusat layanan yang memiliki tatalaksana penanganan diabetes dan perawatan kaki diabetes yang komprehensif.

 Pusat diabetes terpadu ini dipimpin oleh Prof. Dr. dr. Sidartawan Soegondo, Sp.PD-KEMD, FINASIM, FACE, seorang guru besar dan ahli endokrin metabolik diabetes.

Prof. Sidartawan mempunyai tim dokter terbaik dengan memadukan keahlian dokter spesialis konsultan diabetes endokrinologi dengan dokter konsultan bedah vaskular yang bertujuan mengendalikan gula darah, mengontrol infeksi dengan melakukan perawatan luka dan memperbaiki pembuluh darah.

DCC ini berkolaborasi dengan banyak dokter spesialis dari beragam multidisiplin, antara lain: dokter spesialis saraf, jantung, ginjal, mata, gizi klinik, rehabilitasi medik, ortopedi, psikolog dan lainnya. 


Tujuannya agar penyakit Anda bisa ditangani dengan baik dari ahlinya. 

Selain bekerjasama dengan tim dokter spesialis multidisiplin, Diabetes Connection Care juga memiliki peralatan lengkap untuk mendeteksi komplikasi diabetes terhadap mata, jantung, saraf dan pembuluh darah kaki.

Diabetes Connection Care dapat meminimalisir tindakan amputasi bagi penderita luka kaki diabetes karena ditangani oleh dokter ahli berpengalaman.


Berikut ini beberapa fasilitas yang dimiliki Diabetes Connection Care Eka Hospital, antara lain:

  • Diabetic Neuropathy Examination
  • Kamera Retina dengan Intelegensi Artifisial (AI)
  • Ankle Brachial Index (ABI) Doppler
  • HbA1c Point of Care Testing
  • Elektrokardiografi
  • Treatment chair

Tim dokter terbaik yang dimiliki Diabetes Connection Care Eka Hospital, yakni:

1. Prof. Dr. dr. Sidartawan Soegondo, SpPD-KEMD, FACE, FINASIM


Prof. Dr. dr. Sidartawan Soegondo, SpPD-KEMD, FACE, FINASIM adalah guru besar dan dokter spesialis endokrin metabolik diabetes. Beliau merupakan alumni Universitas Indonesia untuk pendidikan dokter umum, spesialis penyakit dalam hingga menjadi konsultan endokrinologi.

Beliau sangat peduli dengan diabetes hingga mendirikan pusat perawatan diabetes, mendapatkan penghargaan Lifetime Achievement Award for Diabetes Care dari India dan tentunya kerap menjadi tamu kehormatan di acara bertema diabetes.


Beliau juga pernah menjadi ketua umum Pengurus Besar Persatuan Diabetes Indonesia (PERSADIA) selama 2 periode. 

Salah satu prestasinya adalah mengembangkan algoritma dan standar pelayanan di Diabetes Connection Care dengan spesialisasi lain untuk penanganan penderita diabetes lebih baik.


2. DR. Dr. Indra Wijaya, Sp.PD - KEMD, M.Kes, FINASIM


DR. Dr. Indra Wijaya, Sp.PD - KEMD, M.Kes, FINASIM adalah dokter spesialis penyakit dalam konsultan endokrin, metabolik dan diabetes di Eka Hospital BSD. 

Beliau mendapatkan gelar Doctor of Endocrinology dari Universitas Hasanuddin Makassar dan Specialist 2 of Endocrinology dari Universitas Indonesia. Sebelumnya, beliau mendapatkan gelar dokter umum di Universitas Padjajaran Bandung, dokter spesialis di Universitas Indonesia dan Graduated of Pharmacology di Universitas Padjajaran Bandung.


3. dr. Dicky Levenus Tahapary, SpPD, PhD, FINASIM


dr. Dicky Levenus Tahapary, Sp.PD-KEMD, PhD adakah dokter spesialis penyakit dalam di Eka Hospital BSD. Beliau mendapatkan gelar dokter umum dan spesialis di Universitas Indonesia. Baru kemudian menempuh pendidikan PhD di Leiden University Medical Centre, Belanda.


4. dr. Jimmy Tandradynata, Sp.PD


dr. Jimmy Tandradynata, Sp.PD adalah dokter spesialis penyakit dalam di Eka Hospital BSD. Beliau mendapatkan gelar dokter umum dan spesialisnya di Universitas Indonesia. Beliau juga kerap mengikuti kegiatan untuk menunjang profesinya seperti Program Pendidikan Keprofesian Berkelanjutan Ultrasonografi dan 9th Pisa International Diabetes Foot Course.


5. dr. Rudy Kurniawan, Sp.PD, Dip.TH


dr. Rudy Kurniawan, Sp.PD, Dip.TH merupakan dokter spesialis penyakit dalam di Eka Hospital BSD. Beliau sering melakukan perawatan pada penyakit akut dan kronis orang dewasa. Beliau membangun komunitas pasien diabetes yakni Sobat Diabet. Riwayat pendidikannya, beliau mendapatkan gelar dokter umum dan spesialis di Universitas Indonesia.

Beliau aktif mengikuti pelatihan di dalam maupun luar negeri. Beragam penghargaan juga kerap diterima salah satunya Scholarship awardee Temasek Foundation for education and training at National University Cancer Institute, NUS di Singapura.



Jika Anda membutuhkan konsultasi terkait masalah kesehatan di Eka Hospital bisa buat janji melalui layanan Appointment Center Eka Hospital di 1-500-129 atau buat janji konsultasi dengan dokter via booking dokter Eka Hospital


Tips Mencegah Munculnya Luka Diabetes


Read More