1. Pengkhianatan di Tragedi Ar-Raji (4 H)
Kisah ini bermula saat beberapa orang dari kabilah 'Adhal dan Al-Qarah mendatangi Rasulullah SAW dan berpura-pura ingin memeluk Islam.
Mereka meminta dikirimkan pengajar Al-Qur'an.
Nabi mengutus 10 orang sahabat pilihan (pasukan mata-mata) di bawah pimpinan Ashim bin Tsabit, termasuk Khubaib bin Adi.
Namun, di tempat bernama Ar-Raji, mereka dikhianati dan dikepung oleh sekitar 100 pemanah dari Bani Lihyan.
Sebagian besar sahabat gugur dalam pertempuran, sementara Khubaib dan Zaid bin Datsinah ditawan hidup-hidup untuk dijual kepada kaum kafir Quraisy di Mekah sebagai ajang balas dendam Perang Badar.
2. Keajaiban Saat Menjadi Tawanan
Khubaib dibeli oleh putra-putri Al-Harits bin Amir, tokoh Quraisy yang tewas di tangan Khubaib saat Perang Badar.
Sambil menunggu waktu eksekusi yang disepakati (setelah lewatnya bulan haram), Khubaib ditawan di rumah keluarga tersebut.
Selama penawanan, terjadi dua peristiwa yang dicatat dalam Sahih Al-Bukhari:
•🍇🍇 Buah Anggur yang Mustahil:
Putri Al-Harits menyaksikan Khubaib memakan setangkai anggur yang besar, padahal saat itu bukan musim anggur dan di Mekah tidak ada kebun anggur.
Ia meyakini itu adalah rezeki langsung dari Allah.
• ✂️✂️ Keadilan Khubaib:
Khubaib meminjam pisau cukur untuk membersihkan diri sebelum dieksekusi.
Secara tidak sengaja, seorang anak kecil dari keluarga tersebut mendekati Khubaib saat ia memegang pisau.
Sang ibu sangat ketakutan, namun Khubaib menenangkannya dengan berkata, "Apakah engkau takut aku akan membunuhnya? Sungguh, aku tidak akan melakukan itu".
3. Eksekusi di Tan'im:
Shalat Dua Rakaat
Kaum Quraisy membawa Khubaib ke Tan'im (wilayah di luar batas tanah haram) untuk disalib di hadapan massa yang penuh dendam.
Sebelum dieksekusi, Khubaib meminta satu permintaan terakhir: "Izinkan aku shalat dua rakaat.".
Setelah shalat dengan sangat khusyuk namun singkat, ia berkata:
"Seandainya aku tidak khawatir kalian menganggapku takut mati, niscaya aku akan memperlama shalatku.".
Peristiwa ini menjadikan Khubaib sebagai orang pertama yang memulai tradisi shalat sunnah dua rakaat sebelum eksekusi bagi tawanan Muslim.
4. Penyiksaan dan Wafatnya Sang Syahid
Khubaib kemudian diikat di tiang salib. Kaum Quraisy menawarinya kebebasan dengan syarat ia mau posisinya digantikan oleh Nabi Muhammad SAW. Khubaib menjawab dengan tegas:
"Demi Allah, aku tidak sudi hidup tenang bersama keluargaku sementara Rasulullah tertusuk duri kecil sekalipun.".
Kaum Quraisy mulai menghujamkan tombak ke tubuhnya berkali-kali. Sebelum napas terakhirnya, Khubaib menengadahkan wajah ke langit dan berdoa agar Allah menyampaikan salamnya kepada Rasulullah. Jibril AS kemudian menyampaikan salam tersebut kepada Nabi di Madinah, dan Nabi menjawab, "Wa'alaikassalam, wahai Khubaib".
Tubuhnya ditinggalkan di tiang salib sebagai peringatan bagi orang lain.
Namun, saat Nabi mengirim Zubair bin Awwam dan Al-Miqdad bin Amr untuk mengambil jasadnya, jasad Khubaib dilaporkan hilang seolah ditelan bumi setelah mereka menurunkannya, sehingga ia juga dijuluki Balyul Ardh (yang ditelan bumi).
Sumber Referensi:
• Sahih Al-Bukhari No. 3989 (Kitab Al-Maghazi).
• WikiShia - Khubaib bin 'Adi.
• Sirah Nabawiyah oleh Ibnu Hisyam.
• Al-Ishabah fi Tamyiz as-Shahabah oleh Ibnu Hajar Al-Asqalani.
#SEJARAHISLAM #SahabatNabi #Khubaibbinadi #Kisahhikmah #NabiMuhammad









0 komentar:
Posting Komentar
Terima kasih untuk kehadirannya di blog Maya salam hangat dan persahabatan selalu