Cintai Saudara Tebarkan Perdamaian
Kadang-kadang kita merasa sedang “menegur” tapi tanpa sadar cara dan nada kita sebenarnya sedang menjelekkan, merendahkan. Dan akhirnya menghakimi. Tentu saja ini tidak dibenarkan.
Bedanya bukan pada kata kata semata-mata, tetapi pada niat dan cara penyampaian harus kita perhatikan. Nada bicara pun harus kita wbuat sedemikian rupa agar niat baik untuk memperbaiki atau meluruskan sesuatu yang seharusnya tidak sampai membuat orang merasa dianggap dilecehkan.
Teguran yang benar lahir dari hati yang ingin membina, bukan menjatuhkan. Ia disampaikan dengan lembut, menjaga maruah, memilih waktu dan tempat yang sesuai.
Tegur itu bertujuan untuk memperbaiki, bukan untuk menunjukkan siapa yang lebih baik.
Sebaliknya, mengingatkankan atau meluruskan sesuatu hal yang sering dilakukan di tempat terbuka, dengan nada keras, tanpa memikirkan perasaan ini sangat tidaklah memberikan pembelajaran yang benar.
Bila teguran dijadikan tontonan, ia bukan lagi nasihat tetapi penghinaan yang melukai perasaan dan bisa menjatuhkan mental seseorang.
Jangan sampai ini terjadi, kembalikanlah pada diri sendiri bagaimana rasanya. Subhanallah, jangan ya terlebih kita sesama saudara seiman. Cintai Saudara Tebarkan Perdamaian.
Ingatlah, menjaga maruah saudara kita itu juga sebahagian daripada akhlak. Jika benar kita ingin melihat dia berubah, maka nasihatilah dengan kasih sayang. Karana hati tidak akan terbuka dengan hardikan, mengukit keburukan apalagi sampai mengungkit masa lalu, waduh!!! Janganlah begitu, tetapi lembut dengan hikmah.
Katakan pada diri sebelum bicara:
Aku ingin dia jadi lebih baikkah
Atau
Aku ingin dia terpurukkah?
#TegurDenganHikmah
#JagaAibSaudara
#AkhlakDiutamakan
#NasihatKeranaAllah
#MuhasabahDiri
#JagaLisan
#BinaJanganJatuhkan
#DakwahBerhikmah
Menulis Sambil Belajar Memperbaiki Diri.









0 komentar:
Posting Komentar
Terima kasih untuk kehadirannya di blog Maya salam hangat dan persahabatan selalu