Jumat, 27 Februari 2026

Kekuasaan dan Rahmat Allah Menentukan Siapa yang Diselamatkan.

Leave a Comment
Kisah Manusia Terakhir Keluar dari Neraka dan Masuk Surga

Di hari kiamat, manusia akan dikumpulkan di Padang Mahsyar untuk mempertanggungjawabkan segala amal perbuatan mereka. Setiap orang akan melihat catatan amalnya, baik atau buruk, dan ada yang termasuk orang yang banyak dosanya namun masih memiliki sedikit kebaikan.

Di antara manusia, ada satu kelompok yang dikenal sebagai “Ahlu al-Fadl wa al-Maghfirah”—mereka yang berdosa besar tetapi Allah memberi rahmat-Nya. Dalam kisah ini, diceritakan tentang manusia terakhir yang keluar dari neraka.

---

- Kondisi Manusia Terakhir

Ia termasuk orang yang telah lama di dalam neraka karena dosa-dosanya.

Setiap amal baiknya terlalu sedikit untuk menebus dosa-dosanya sehingga ia mendapatkan hukuman yang berat.

Namun Allah Maha Penyayang, dan rahmat-Nya meliputi segala sesuatu.

Rasulullah ﷺ bersabda:

> "Di hari kiamat, Allah memasukkan sebagian hamba-Nya ke surga karena rahmat-Nya, bukan karena amal mereka."
— [HR. Muslim]

Ini menunjukkan bahwa keselamatan yang paling besar adalah rahmat Allah, bukan semata-mata amal manusia.

---

- Alasan Allah Memberi Keselamatan

Allah berfirman dalam Al-Qur’an:

> "Katakanlah: ‘Tuhanku telah melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki dari hamba-hamba-Nya, dan Dia menyempitkan bagi siapa yang Dia kehendaki…’"
— Al-Qur'an

Maksudnya, kekuasaan dan rahmat Allah menentukan siapa yang diselamatkan. Bahkan manusia yang berdosa pun bisa masuk surga jika Allah menghendaki.

---

- Momen Terakhir dari Neraka

Manusia terakhir ini berada di neraka selama waktu yang sangat panjang.

Ia menangis, menyesal, dan memohon ampunan Allah.

Allah mendengar permohonannya dan mengangkatnya keluar dari neraka.

Rasulullah ﷺ bersabda:

> “Sesungguhnya manusia terakhir yang keluar dari neraka akan dilemparkan ke surga, dan ketika ia masuk surga, ia akan merasa seperti ia adalah orang pertama yang merasakan kenikmatan itu.”
— [HR. Muslim]

Momen ini menunjukkan betapa besar keadilan sekaligus kasih sayang Allah. Meskipun manusia itu banyak berdosa, rahmat Allah melebihi dosa-dosanya.

---

- Hikmah dari Kisah Ini

1. Rahmat Allah Maha Luas

Tidak ada dosa yang bisa menghalangi rahmat-Nya selama Allah menghendaki keselamatan hamba-Nya.

2. Berharap Selalu pada Ampunan Allah

Manusia tidak boleh putus asa, sekalipun dosanya banyak. Allah senantiasa menerima taubat.

3. Kepedulian terhadap Amal

Amal baik, walau sedikit, bisa menjadi penebus jika disertai iman dan taubat.

4. Keadilan dan Hikmah Allah

Allah menyeimbangkan keadilan dan rahmat-Nya; setiap manusia mendapatkan ganjaran sesuai kehendak-Nya.

---

- Dalil Al-Qur’an dan Hadits

Al-Qur’an:

> "Sesungguhnya Allah mengampuni semua dosa, karena Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang."
— Al-Qur'an

> "Dan barang siapa yang mengerjakan amal-amal shaleh, baik laki-laki maupun perempuan sedang ia beriman, maka mereka akan masuk surga dan tidak dianiaya sedikit pun."
— Al-Qur'an

Hadits:

> “Seorang hamba Allah yang berdosa akan dimasukkan ke neraka, kemudian Allah mengangkatnya dan memasukkannya ke surga karena rahmat-Nya, bukan karena amalnya.”
— [HR. Muslim]

---

Kisah manusia terakhir keluar dari neraka dan masuk surga mengajarkan kita:

Jangan pernah putus asa dari rahmat Allah.

Taubat dan amal baik selalu memberi harapan, sekecil apa pun.

Rahmat Allah lebih besar dari dosa manusia.

Semoga kita termasuk hamba yang diselamatkan oleh rahmat Allah di akhirat kelak. Aamiin 🤲

#kisahkusahislamiyah




If You Enjoyed This, Take 5 Seconds To Share It

0 komentar:

Posting Komentar

Terima kasih untuk kehadirannya di blog Maya salam hangat dan persahabatan selalu